Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Berharap Poros Baru di Pilkada Aceh

redaksi by redaksi
19/08/2024
in Kolom
0
Berharap Poros Baru di Pilkada Aceh

Oleh Lukmanul Hakim. Penulis adalah alumni dayah dan warga Aceh yang sedang menempuh pendidikan Magister di Malaysia. 

Perubahaan besar peta politik sedang terjadi di Aceh jelang masa masa pendaftaran calon kepala daerah. Sikap Mualem yang lebih memilih Dekfad sebagai calon wakil disambut dengan amarah para pendukung Tusop. Padahal sebelum, public cukup yakin Mualem-Tusop bakal tampil dominan di pilkada Aceh.

Namun yang perlu digaris-bahawi, sikap Mualem mengandeng Dekfad sebagai calon wakil juga merupakan langkah yang tepat. Sosok ini merupakan pelengkap paling sempurna bagi Mualem jika terpilih nanti.

Pengalaman Dekfad sebagai anggota DPR RI dua periode membuat sosok ini memiliki jaringan nasional yang luas untuk membantu Aceh.

Hal ini tentu tidak akan sama jika Mualem tetap menggandeng Tusop sebagai wakil. Mereka sama-sama ‘harus belajar’ soal birokrasi jika maju sepaket seperti yang diwacanakan selama ini.

Sedangkan Tusop sendiri, sebenarnya masih memungkinkan untuk maju terpisah dari Mualem di pilkada Aceh.

Tusop dan jaringan dayah memiliki kekuatan yang sama untuk membentuk poros baru di pilkada Aceh. Ada PKB dan PAS Aceh yang bisa menjadi motor politik bagi Tusop untuk bertarung di pilkada. Demikian juga Demokrat dan Golkar yang belum menentukan sikap.

Wakilnya bisa digandeng dari akademisi atau politisi sebagai penyeimbang ritme politik di parlemen nantinya.

Dengan Tusop sebagai gubernur, tentu barisan dayah dan pemilih agamis, tak harus khawatir jika nantinya hanya difungsikan ‘sebagai pelengkap’ selama masa pemerintahan jika memenangkan pilkada Aceh nantinya.

Sebagai seorang bagian dari pemilih kategori agamis, penulis memandang aneh jika sosok Tusop yang gagal menjadi wakil Mualem, kemudian malah disodorkan menjadi calon wakil dari Bustami.

Di dalam politik, memang segala hal masih memungkinkan dan dianggap wajar. Namun jika paket ‘Bustami-Tusop’ terwujud akan berdampak negative bagi citra yang dibangun oleh Tusop sendiri.

Tusop sendiri akan menjadi korban jika paket ‘Bustami-Tusop terwujud dan menang. Konon lagi jika kalah.

Seolah-olah Tusop sangat ingin berkuasa di Aceh. Tak ada batang, rotan pun jadi. Hasilnya kredibilitas yang terbangun selama ini akan hancur. Konon lagi, jika paket ini kemudian tidak jadi.

Tapi terlepas dari kisruh politik tadi, sosok paling diuntungkan dibalik kemelut tadi adalah posisi Bustami Hamzah atau Om Bus sebagai salah seorang kandidat gubernur yang mayoritas didukung pemilih rasional atau moderat.

Pergeseran dukungan ‘kaum dayah’ membuka peluang kandidat ini memungkinkan untuk tampil sebagai pemenang di Aceh. Dengan dukungan kuat dari Nasdem dan PAN, Om Bus hanya perlu mendapatkan wakil yang kuat dari ‘basis agamis.’

Pilkada Aceh sendiri adalah penentuan nasib Aceh untuk 5 tahun kedepan. Semoga siapapun yang terpilih menjadi penyatu bagi seluruh rakyat Aceh serta bukan ajang balas dendam pasca pemilu. Semoga.[]

Previous Post

H. Rahmatullah Dinilai Sosok Tepat Pimpin Pidie Kedepan

Next Post

PKB Sudah Final Gabung KIM Plus di Pilgub Jakarta 2024

Next Post
PKB Sudah Final Gabung KIM Plus di Pilgub Jakarta 2024

PKB Sudah Final Gabung KIM Plus di Pilgub Jakarta 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

30/05/2026
Open House di Kediaman Bupati Al-Farlaky Dipadati Ribuan Warga

Open House di Kediaman Bupati Al-Farlaky Dipadati Ribuan Warga

30/05/2026
Nyan, Mutibas FC Juara Trofeo Lapas Kota Bakti Tanpa Kekalahan

Nyan, Mutibas FC Juara Trofeo Lapas Kota Bakti Tanpa Kekalahan

30/05/2026
Penumpang di Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen saat Iduladha

Penumpang di Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen saat Iduladha

30/05/2026
YPIK Nurul Quran Sembelih 11 Sapi dan 14 Kambing pada Iduladha 1447 H

YPIK Nurul Quran Sembelih 11 Sapi dan 14 Kambing pada Iduladha 1447 H

30/05/2026

Terpopuler

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

30/05/2026

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Berharap Poros Baru di Pilkada Aceh

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com