Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji mengajak warga Aceh untuk merawat dan menjaga kebudayaan yang dimiliki daerah ujung barat Sumatra itu.
Menurut jenderal purnawirawan bintang dua itu, ada empat hal yang bisa dilakukan dalam melindungi budaya agar tidak punah.
“Dalam melindungi budaya, ada empat fungsi yang dilakukan, yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan,” kata Hendardji pada pembukaan Panggung Apresiasi Seni KSBN 2024 di Banda Aceh, Jumat (16/8/2024) malam.
Dia juga menyinggung soal pentingnya membudayakan berbahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Hendardji memuji upaya pemerintah melalui advokasi Ketua KSBN Aceh, Sulaiman yang memberlakukan penggunaan bahasa Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).
“Ini perlu dipertahankan, demikian juga di dalam pesawat menuju ke Aceh, harus diupayakan supaya ada penggunaan bahasa Aceh,” kata Hendardji.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa membangun Aceh tidak cukup dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu dibarengi dengan seni.
“Membangun sebuah bangsa tidak cukup dengan ilmu pengetahuan, seni juga harus dimiliki pemimpin Aceh,” kata Hendardji.
Hendrardji berujar, kemajuan sebuah peradaban ditentukan oleh dua faktor, yaitu ilmu pengetahuan dan seni. Kedua hal ini harus jalan beriringan. “Kita tidak boleh menomorduakan seni dalam membangun Aceh ini,” kata dia.
Hendardji mengibaratkan, melakukan aktivitas sesuatu tanpa seni bagaikan makan sop tanpa garam. Oleh karena itu, ia menilai seni tak dapat dihilangkan dalam membangun Aceh.
“Karena seni ruhnya semua aktivitas, orang kalau tidak punya seni, itu ibarat makan sop tanpa garam, kira-kira seperti itu, hambar rasanya, sehingga seni itu dibutuhkan dalam dunia apa pun, ini yang harus disadari, apalagi di PON nanti, kalau PON ingin berhasil, maka seni harus dibunyikan,” kata Hendardji.










