BANDA ACEH – Wakil Ketua BEM FISIP Universitas Syiah Kuala (USK), Dimas Alva Lyandra, mengapresiasi keputusan bijak dari Pj Gubernur Aceh, Safrizal, yang meminta dipulangkan Mbak Rara, sang Pawang Hujan, dari Aceh.
Keputusan ini dinilai cukup bijak mengingat Aceh merupakan daerah yang menjunjung tinggi pelaksanaan syariat Islam serta sensitif terhadap hal-hal yang berbau syirik serta aqidah.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Penjabat Gubernur Aceh atas keputusan bijak untuk memulangkan Rara, pawang hujan yang sempat diundang oleh salah satu pihak,” ujar Dimas.
“Tindakan ini menunjukkan komitmen beliau dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan keharmonisan sosial di Aceh,” katanya lagi.
Langkah tersebut, kata Dimas, tidak hanya mengedepankan kearifan lokal, tetapi juga memastikan bahwa tradisi dan budaya Aceh tetap terjaga dengan baik dalam konteks modernisasi dan pembangunan yang sedang berlangsung.
“Keputusan ini adalah cerminan dari kepemimpinan yang peka terhadap aspirasi masyarakat dan berorientasi pada kepentingan bersama,” ujar Dimas lagi.








