Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tak Ada Rekomendasi Pemkab Aceh Besar untuk Galian C di Neuhuen

redaksi by redaksi
24/09/2024
in Nanggroe
0
Tak Ada Rekomendasi Pemkab Aceh Besar untuk Galian C di Neuhuen

JANTHO – Pemkab Aceh Besar memastikan tak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk galian C berupa batu gajah di Gampong Neuhuen Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Bahkan hasil penelusuran sebuah tim kecil di Pemkab Aceh Besar, pada tahun 2017, operasional galian itu dilanjutkan. Namun baru dua hari beroperasi kala itu, langsung dihentikan. Persoalan galian C itu pun berlanjut hingga ke pengadilan.

Hal yang sama diungkapkan oleh Camat Mesjid Raya, Munazar dan Keuchik Gampong Neuhuen, Sofyan yang menyatakan kedua pihak di atas tak pernah mengeluarkan rekomendasi areal eksploitasi batu gajah di Gampong Neuheun.

Sesuai dengan ketentuan yang ada saat ini, rekomendasi yang diberikan itupun secara berjenjang dari pihak gampong, kecamatan hingga Pemkab, hanyalah untuk memastikan jika lokasi dimaksud bebas dari persoalan atau sengketa kepemilikan. Termasuk dalam hal status lokasi, seperti kawasan tanah negara atau hutan lindung dan lainnya.

Hal itu diungkapkan Asisten II Sekda Aceh Besar, M Ali SSos MSi, Minggu (22/09/2024) malam, sejenak usai memimpin Rapat Terbatas untuk menelusuri keberadaan eks galian batu gajah di Gampong Neuhuen yang memunculkan korban jiwa, akibat tergelincir ke dalam lubang galian.

Menurut M Ali, sesuai penelusuran tim rapat, terbukti setidaknya sejak tahun 2015, Pemkab Aceh Besar tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk areal tambang batau gajah di Neuhuen.

“Sebagai bukti, hanya dua hari pasca beroperasi di tahun 2017, operasional eksploitasi itu langsung dihentikan, karena memang tak mengantongi izin,” kata M Ali yang juga salah seorang mantan Kadis Pertambangan Aceh Besar yang terakhir, sebelum Dinas Pertambangan di tingkat Kabupaten/Kota dibubarkan sekitar tahun 2017.

Namun demikian, Pj Bupati Aceh Besar telah menginstrusikan jajarannya di Pemkab Aceh Besar untuk menelusuri insiden meninggalnya bocah M Yudi Ardiansyah (10) yang tergelincir ke dalam salah satu kolam eks galian batu gajah di Gampong Neuhuen Kecamatan Mesjid Raya, Rabu (18/09/2024) lalu.

Penelusuran itu sebagai bentuk kepedulian Pemkab Aceh Besar terhadap rakyatnya yang tertimpa musibah. Selain itu juga untuk melaporkan ke pihak yang berwenang menangani perizinan, pengawasan dan pengendalian ditingkat Provinsi , terkait keberadaan lokasi eks galian yang rawan bencana terhadap warga sekitar terutama anak anak.

Hasil penelusuran melalui sebuah rapat kecil yang dipimpin oleh Asisten II Sekda Aceh Besar dan melibatkan Agus Husni (Ka DPMPTSP), Darwan (Kabag Perekonomian), Munazar (Camat Mesjid Raya), Sofyan (Keuchik Neuhuen) dan Muhammad Alfarisi (Operator Gampong Neuheun), menyimpulkan bahwa lokasi tambang mulai digarap tahun 2012 oleh pria H, namun sejak tahun 2015 terhenti.

Kegiatan itu kembali dilanjutkan tahun 2017, namun baru dua hari langsung dihentikan oleh pihak berwenang dan berproses hingga ke pengadilan.

“Sejak itulah lokasi tersebut ditinggalkan begitu saja, dengan kolam kolam menganga pada beberapa lokasi yang letaknya di perbukitan yang sulit dijangkau oleh warga dengan medan berat,” kata Keuchik Neuhuen dalam rapat kecil itu.

Lokasi galian itu sendiri berada sekitar satu kilometer dari pemukiman penduduk di Gampong Neuhuen.

Atas insiden tersebut, Muhammad Iswanto berharap agar Pemerintah Propinsi sebagai institusi yang punya kewenangan penuh dalam perizinan dan pengawasan, melakukan langkah langkah antisipatif terhadap lokasi eks eksploitasi galian batu gajah itu, untuk menghindari kemungkinan terjadi hal yang sama di kemudian hari.

“Tim kami akan melaporkan insiden di Neuhuen dan kondisi terakhir lokasi eks galian yang rawan bagi keselamatan warga tersebut kepada pemerintah atasan,” kata Iswanto secara terpisah.

Korban M Yudi sendiri, pada hari itu sekitar pukul 14.00 baru selesai mandi dengan temannya di kolam eks galian itu. Saat mau pulang ia balik ke bibir kolam untuk mencuci bagian bajunya yang kotor, kala itulah ia tergelincir di bibir kolam.

Warga yang membantu ke lokasi usai diberitahu rekan almarhum, langsung menemukan korban di dalam kolam yang airnya keruh itu. Namun setiba di rumah sakit, nyawa bocah Yudi tak tertolong lagi. Almarhum tercatat sebagai warga Gampong Aje Kecamatan Inginjaya, Aceh Besar. Ia berdomisili sementara bersama orang tuanya di Komplek Perumnas Ujong Batee Gampong Neuhuen Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar.

Previous Post

Daftar Senjata yang Dipakai Hizbullah untuk Perang Lawan Israel

Next Post

Siswi SMAN 5 Banda Aceh Raih Juara 2 Nasional Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Next Post
Siswi SMAN 5 Banda Aceh Raih Juara 2 Nasional Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Siswi SMAN 5 Banda Aceh Raih Juara 2 Nasional Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

01/11/2026
Kejar Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

Kejar Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

01/11/2026
Pemkab Aceh Timur Bangun Jalan Terdampak Banjir Rp4,8 Miliar

Pemkab Aceh Timur Bangun Jalan Terdampak Banjir Rp4,8 Miliar

01/11/2026
Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026

Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026

01/11/2026
Ketua DPRK Nagan Raya Tempuh Jalur Kekeluargaan Terkait Isu Selingkuh

Ketua DPRK Nagan Raya Tempuh Jalur Kekeluargaan Terkait Isu Selingkuh

01/11/2026

Terpopuler

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

31/10/2026

Sat Reskrim Polres Abdya Amankan Penimbun 240 Liter Solar Subsidi di Babahrot

10 Putra-Putri Tanjong Seulamat Raih Juara MTQ Kabupaten Aceh Besar 2026

Azhari Cage: Dari Rimba Aceh Jadi ‘Singa’ Senayan

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com