Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Identitas dan Toleransi di Era Globalisasi Budaya

redaksi by redaksi
13/06/2025
in Kolom
0
Identitas dan Toleransi di Era Globalisasi Budaya

Oleh Maksumul Fikri, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar Raniry.

Di tengah derasnya arus globalisasi, kita semua berada dalam satu kapal besar bernama “dunia.” Batas negara makin terasa kabur, budaya asing datang silih berganti, dan segala hal bisa kita akses hanya dengan satu sentuhan jari. Tapi, di tengah euforia keterbukaan ini, ada satu hal yang seringkali terlupakan: identitas diri dan pentingnya toleransi.

Identitas bukan cuma soal pakaian adat, bahasa daerah, atau makanan khas. Lebih dari itu, identitas adalah cara kita memandang dunia, nilai-nilai yang kita pegang, dan akar budaya yang membentuk siapa kita hari ini. Sayangnya, dalam era serba cepat ini, banyak orang — terutama generasi muda — mulai merasa identitas lokal mereka “kurang keren” dibanding budaya luar yang dianggap lebih modern atau gaul.

Di sinilah tantangannya. Globalisasi memang membawa banyak hal positif, seperti kemudahan akses informasi dan peluang belajar lintas budaya. Tapi kalau tidak dibarengi dengan kesadaran akan jati diri, kita bisa terjebak dalam kehilangan arah. Kita jadi terlalu sibuk meniru, sampai lupa siapa kita sebenarnya.

Nah, bicara soal globalisasi juga nggak bisa lepas dari topik toleransi. Masyarakat yang majemuk—seperti Indonesia—perlu punya tingkat toleransi yang tinggi, apalagi saat budaya-budaya luar makin mudah masuk dan diadopsi. Kita harus bisa menerima perbedaan, bukan malah menjadikannya alasan untuk saling menjatuhkan. Toleransi bukan berarti setuju dengan semua hal, tapi lebih ke menghormati pilihan orang lain selama tidak merugikan orang lain juga.

Toleransi dan identitas sebenarnya bisa berjalan beriringan. Kita bisa terbuka terhadap budaya luar, belajar dan mengambil sisi baiknya, tanpa kehilangan akar budaya kita sendiri. Justru, dengan identitas yang kuat, kita bisa menyaring mana yang pantas diadopsi dan mana yang tidak sesuai dengan nilai yang kita pegang.

Akhirnya, di era globalisasi budaya ini, kita ditantang untuk tidak hanya menjadi warga dunia, tapi juga tetap menjadi manusia yang berpijak pada nilai-nilai lokal. Menjadi modern bukan berarti meninggalkan tradisi, dan menjadi toleran bukan berarti kehilangan prinsip. Kuncinya adalah seimbang: mengenali diri sendiri, menghargai orang lain.

Previous Post

[Opini] Dari Gerilya ke Meja Perundingan: Pelajaran dari Konflik Aceh

Next Post

Tujuh Haji Asal Aceh Masih Jalani Perawatan di RS Arab Saudi

Next Post
Jemaah Kloter 10 Tinggalkan Aceh, Tersisa 2 Kloter Lagi

Tujuh Haji Asal Aceh Masih Jalani Perawatan di RS Arab Saudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

5 Desa di Aceh Tengah Terisolasi Lagi Imbas Jembatan Darurat Ambruk

5 Desa di Aceh Tengah Terisolasi Lagi Imbas Jembatan Darurat Ambruk

07/04/2026
Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

07/04/2026
Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

07/04/2026
Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

07/04/2026
Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

07/04/2026

Terpopuler

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

27/11/2023

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com