Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Trump Tarik AS dari Reformasi Pandemi Kesehatan Dunia

redaksi by redaksi
19/07/2025
in Internasional
0
Trump Tarik AS dari Reformasi Pandemi Kesehatan Dunia

Pemerintahan Trump mengumumkan AS menolak perubahan untuk WHO terkait respons pandemi yang telah disepakati pada 2024. (AFP/Mandel Ngan)

Jakarta – Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat menolak perubahan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait respons pandemi yang telah disepakati pada 2024.

Penolakan itu, kata AS, dengan alasan perubahan tersebut melanggar kedaulatan negara mereka. Padahal, Departemen Luar Negeri mengatakan ketentuan tahun lalu akan tetap mengikat Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio serta Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy mengatakan perubahan “berisiko menimbulkan gangguan yang tidak diinginkan terhadap hak kedaulatan nasional kita untuk membuat kebijakan kesehatan.”

Kedua menteri tersebut termasuk orang yang telah lama mengkritik vaksin.

“Kami akan mengutamakan warga Amerika dalam semua tindakan dan kami tidak akan menoleransi kebijakan internasional yang melanggar kebebasan berbicara, privasi, atau kebebasan pribadi warga Amerika,” kata mereka dalam pernyataan bersama seperti diberitakan AFP, Jumat (18/7).

Rubio dan Kennedy memisahkan Amerika Serikat dari serangkaian amandemen Peraturan Kesehatan Internasional, yang menyediakan kerangka hukum untuk memerangi penyakit, yang disepakati di Majelis Kesehatan Dunia 2025, Jenewa.

Amandemen tersebut mencakup pernyataan “komitmen terhadap solidaritas dan kesetaraan” di mana sebuah kelompok baru akan mempelajari kebutuhan negara-negara berkembang dalam keadaan darurat di masa mendatang.

Amandemen tersebut muncul setelah Majelis Umum gagal mencapai tujuan yang lebih ambisius, yaitu mengesahkan perjanjian global baru tentang pandemi.

Perjanjian potensial tersebut menuai kritik keras dari sebagian besar suara konservatif di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain yang curiga terhadap upaya global terkait penyakit dan vaksin.

Amerika Serikat, yang saat itu di bawah Presiden Joe Biden, ikut serta dalam negosiasi tetapi mengatakan tidak mencapai konsensus karena menuntut perlindungan hak kekayaan intelektual AS dalam pengembangan vaksin.

Antony Blinken dulu menyambut amandemen tersebut sebagai kemajuan ketika mengadakan pertemuan tentang kesehatan global pada September 2024 dengan rekan-rekan mereka yang sebagian besar berasal dari negara-negara maju lainnya, tetapi juga India.

Namun, Trump segera menarik Amerika Serikat dari WHO, badan PBB tersebut, setelah kembali memimpin pada 20 Januari 2025.

Terkait penolakan terhadap amandemen, Rubio dan Kennedy juga mengatakan perubahan tersebut “gagal untuk secara memadai mengatasi kerentanan WHO terhadap pengaruh politik dan sensor — terutama dari China — selama wabah.”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

AS: Pemimpin Israel dan Suriah Sepakat Gencatan Senjata

Next Post

Jejak Kasus Impor Gula Tom Lembong hingga Divonis 4,5 Tahun Penjara

Next Post
Jejak Kasus Impor Gula Tom Lembong hingga Divonis 4,5 Tahun Penjara

Jejak Kasus Impor Gula Tom Lembong hingga Divonis 4,5 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

11/06/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

11/06/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

11/06/2026
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

11/06/2026
Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com