BANDA ACEH – Prabowo Subianto menunjuk Sugiono, putra kelahiran Aceh sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra menggantikan Ahmad Muzani.
Penunjukkan ini disambut suka cita oleh seluruh kader di Aceh, termasuk Dr. Safaruddin, S. Sos MSP, yakni Bupati Aceh Barat Daya (Abdya).
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono yang telah dipercayakan sebagai Sekjen Partai Gerindra oleh ketua umum,” kata Dr. Safaruddin.
Dirinya menilai Sugiono sosok yang tepat untuk mengisi posisi Sekjen. Sugiono memiliki kepribadian yang energik, intelek, ramah, dan bersahaja.
Begitu pun dengan kiprah dan dan loyalis Sugiono, tidak diragukan lagi dalam membesarkan partai.
“Ini adalah simbol loyalis dan kekuatan muda. Bapak Sugiono adalah energi baru bagi partai dan kader,” ujarnya.
Selaku anak muda, Safaruddin mengaku bangga kepada ketua umum yang menempatkan tokoh-tokoh muda pada posisi strategis dalam berkhitmad di partai dan negara.
“Semoga di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Probowo Subianto dan Sekjen Sugiono, Partai Gerindra terus terbang tinggi layaknya Garuda. Sekali lagi, kami kader dan masyarakat Aceh sangat bangga ketika mendengar Bapak Sugiono, putra Aceh menjadi Sekjen Partai Gerindra,” ungkap Safaruddin.
“Kami mendoakan Bapak Prabowo dan Bapak Sugiono agar terus diberi kesehatan dan kekuatan dalam berkhitmad untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sebelumnya, pengumuman penunjukan Sugiono sebagai Sekjen Partai Gerindra disampaikan oleh Ahmad Muzani melalui Instagramnya.
Pengumuman ini disampaikan usai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menandatangani surat keputusan penunjukan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (01/08).
“Dengan keputusan yang berlaku sejak ditandatangani tersebut, maka jabatan Sekjen yang telah saya emban selama 17 tahun lebih sejak berdirinya partai pada 6 Februari 2008 sampai dengan 1 Agustus 2025 telah digantikan oleh Sugiono,” tulis Muzani, di akun Instagramnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Prabowo dan seluruh kader Gerindra atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama hampir dua dekade menjabat sebagai Sekjen.
“Saya menyampaikan permohonan maaf jika selama menjalani jabatan sebagai Sekjen partai terdapat kesalahan, kekeliruan, dan kealpaan yang menyebabkan tidak berkenan kepada kawan-kawan seperjuangan,” ungkap Ketua MPR RI ini.
Profil Sugiono
Sugiono lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Takengon (1985-1991), SMPN 3 Banda Aceh (1991-1994), dan SMA Taruna Nusantara Magelang (1994-1997).
Setelah itu, Sugiono Sugiono melanjutkan pendidikannya ke Norwich Military Academy-Amerika usai lulus dari SMA Taruna Nusantara.
Sugiono meraih gelar sarjana dari program studi teknik komputer di Norwich University dan sempat tinggal serta bekerja di Rhode Island.
Kemudian, Sugiono melanjutkan pendidikan calon perwira TNI (Semapa PK) di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 2002. Lalu, dilantik sebagai Letnan Dua korps Infanteri.
Ia mengenal Prabowo saat menjadi sekretaris pribadinya sebelum pembentukan Partai Gerindra.
Karenanya, banyak yang menyebut Sugiono sebagai salah satu “anak ideologis” Prabowo. Hingga akhirnya, Sugiono menjadi bagian dari anggota Dewan Pendiri Partai Gerindra dan aktif sebagai kader sejak 2008.
Adapun di DPR, Sugiono terpilih sebagai anggota legislatif pada periode 2019-2024 untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I. Ia menduduki posisi di Komisi I dan sempat memimpin alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut.
Setelah Prabowo terpilih sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Sugiono ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Kabinet Merah Putih.
Kini beberapa bulan setelahnya, Sugiono didapuk menjadi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra untuk menggantikan Ahmad Muzani.










