Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Dibalik Tanda-tanda Aceh ‘Hampir’ Merdeka

Refleksi dua dekade damai Aceh

redaksi by redaksi
02/08/2025
in Opini
0
Mualem Himbau Tak Ada Pengibaran Bulan Bintang di 4 Desember 2024

Foto merdeka.com

Oleh Abu Dipasi. Penulis adalah salah seorang mantan simpatisan GAM serta korban konflik asal Pidie.

KONON almarhum Wali Hasan Tiro pernah berkata bahwa Aceh akan merdeka disaat semua orang tidak lagi yakin dengan perjuangan ke-Aceh-an itu sendiri. Saat semua orang melupakan perjuangan dan tak lagi yakin akan merdeka. Maka saat ini tulang kemerdekaan akan datang untuk rakyat Aceh.

Hal itu disampaikan Hasan Tiro kepada para ‘anak ideolog’ nya di Tripoli. Peunutoh tersebut kemudian diwariskan secara turun temurun dari para Mualimin Eks Tripoli hingga simpatisan di Aceh.

Makanya, gelora perlawanan terus membara di Aceh. Di era konflik Aceh, terutama fase 1998 hingga 2005, semangat memperjuangkan kemerdekaan Aceh tak pernah meredup. Meskipun tentara GAM digempur secara habis-habisan.

Kondisi ini karena anak ideologi Hasan Tiro yakin bahwa kemerdekaan Aceh akan datang suatu saat nanti. Mereka lebih memilih meninggal dalam pertempuran dibanding menyerah dengan cap pengkhianat.

“Merdeka akan datang, saat semua orang tak lagi percaya dengan Aceh Merdeka.”

Kalimat inilah yang terulang diulang-ulang semasa fase konflik di Aceh. Ketika konflik, sebahagian besar para ideolog menyakini bahwa suatu saat Aceh akan merdeka. Mungkin sama seperti peunutoh Wali Hasan Tiro seperti di awal tulisan, hal ini pula yang menyebarkan Aceh belum merdeka saat itu.

Dari Konflik ke Damai

Perubahan besar pola perjuangan Aceh mulai terlihat jelas pasca damai. Jika kita mau jujur, hal ini jauh berbeda dengan apa yang diamanahkan Wali Hasan Tiro.

Perjanjian di Helsinki sendiri tak menjadi rujukan hukum resmi untuk kewenangan Aceh. Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Aceh lebih menjadikan UUPA sebagai UUD-nya Aceh. Hal ini mengacu pada statemen sejumlah tokoh nasional terkait kekhususan Aceh, terutama saat polemic sengketa 4 Pulau di Singkil, antara Aceh dengan Sumatera Utara.

Dari sisi sikap, elit eks GAM yang kini duduk di bangku eksekutif dan legislative Aceh, juga terkesan abai dengan MoU Helsinki. Mereka terkesan memilah poin-poin yang ‘menguntungkan’ dalam MoU Helsinki untuk disuarakan. Kemudian abai dengan saat poin lainnya dalam MoU Helsinki hingga tergerus karena kepentingan politik. Salah satu poin ini seperti adanya surat rekomendasi untuk para geuchik yang menggugat ke MK soal masa perpanjangan jabatan.

Sikap inkonsisten terhadap MoU Helsinki dari elit Aceh membuat MoU Helsinki terpinggirkan. Hal ini pula yang membuat pemerintah pusat tak lagi memandang MoU Helsinki sebagai sesuatu yang skaral untuk Aceh.

Selain itu, elit Aceh juga mulai terang-terangan menyatakan ‘mimpi kemerdekaan’ Aceh telah dilupakan.

Jejak digital statemen tersebut, awalnya diungkapkan oleh Doto Zaini Abdullah di awal-awal menjabat sebagai Gubernur Aceh. Kemudian terbaru, juga diungkapkan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhulullah.

Di awal damai, kalimat melupakan merdeka mungkin akan sangat berat untuk terucap. Namun kini, kalimat tersebut sangatlah standar dan biasa dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Maka kembali lagi seperti kalimat yang disampaikan oleh Wali Hasan Tiro, jika keyakinan tersebut benar adanya, maka mungkin kondisi hari ini adalah salah satu tanda Aceh bahwa akan segera merdeka.

Dimana, jangankan masyarakat Aceh pada umumnya, para pengikut Hasan Tiro sendiri tak lagi yakin dengan apa yang mereka perjuangan. Mengubah Burag Singa dengan Burung Garuda.

20 Tahun Damai Aceh

Saat ini damai Aceh hampir mencapai dua dekade. Tapi jika kita mau jujur, tak ada yang special dengan apa yang diraih Aceh pasca damai.

Damai Aceh hanya mengubah para penguasa di Aceh serta menciptakan para ‘Orang Kaya Baru.’ Keberadaan dana Otsus yang besar belum meninggalkan jejak yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan bendera hanya komuditas politik yang hanya muncul saat kampanye.

 

Previous Post

UIN Ar-Raniry Gelar Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Secara Daring

Next Post

India Masa Bodoh Ancaman Trump, Tetap Beli Minyak dari Rusia

Next Post

India Masa Bodoh Ancaman Trump, Tetap Beli Minyak dari Rusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

04/04/2026
Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

04/04/2026
30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

04/04/2026
PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

04/04/2026
Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

04/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com