Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aceh Dilanda 237 Bencana Alan Selama Periode Januari-Juli 2025

redaksi by redaksi
07/08/2025
in Nanggroe
0
Polisi Tetapkan 46 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Riau

Polisi tetapkan 46 orang jadi tersangka Karhutla di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) mencatat bencana alam yang terjadi di Aceh Periode Januari-Juli sebanyak 237 kali kejadian, serta menelan korban jiwa 10 orang dengan prakiraan kerugian mencapai Rp165 miliar rupiah.

Secara keseluruhan kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 91 kali membakar 255 rumah. Namun khusus bulan juli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi sebanyak 25 kali membakar 77 hektar lahan.

Ini Rincian jumlah kejadian bencana di Aceh selama periode Januari-Juli tahun 2025:

1. Kejadian: 237 kejadian bencana di Aceh sejak Januari hingga Juli;

2. Korban Jiwa: 10 orang Meninggal Dunia (akibat Kebakaran, banjir dan longsor).

3. Sepuluh orang luka-luka dan 4.838 KK/11.033 Jiwa terdampak bencana. Jumlah pengungsi sebanyak 348 orang serta 1.936 rumah terdampak.

3. Kebakaran pemukiman masih intens terjadi yakni sebanyak 91 kali berdampak pada 255 rumah dengan prakiraan kerugian Rp52 miliar rupiah.

4. Kebakaran hutan dan lahan terjadi 51 kali membakar 174 hektar Lahan dengan prakiraan kerugian Rp27 miliar rupiah.

5. Banjir terjadi 34 kali, merendam 1.232 rumah dengan prakiraan kerugian Rp48 miliar rupiah.

6. Angin Puting Beliung terjadi 33 kali kejadian berdampak pada 375 rumah dan 5 sekolah serta 2 masjid dengan prakiraan kerugian mencapai Rp32 miliar rupiah.

7. Longsor terjadi sebanyak 20 kali merusak 12 rumah warga dengan total kerugian yang dialami sebanyak Rp1.5 miliar rupiah.

8 . Gempa bumi terjadi 5 kali kejadian dengan magnitudo rata-rata magnitudo 4,4-5,2 SR.

9. Abrasi terjadi hanya 2 kali berdampak 8 rumah rusak berat dan 50 rumah terendam milik 58 KK.

10. Gelombang Pasang terjadi 1 kali di desa Lhok Puuk, Seunudon, Aceh Utara.

Semua bencana juga berdampak pada 12 sarana pendidikan dan 5 sarana ibadah. Berdampak pula pada 66 ruko (bangunan lainnya), 4 jembatan, 204 hektar lahan akibat kebakaran hutan dan lahan 40 hektar sawah akibat banjir dan longsor.

Mengingat pada Juli kebakaran hutan dan lahan meningkat, terjadi sebanyak 25 kali dengan membakar 77 hektar lahan, Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, SE.Ak.,M.Si mengimbau masyarakat agar tidak mengekploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir dan longsor juga Karhutla.

“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Nara.

Kedepan, BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam. Seluruh elemen masyarakat diharapkan merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya ‘bencana adalah urusan bersama.’

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur Pemerintahan dan Masyarakat Aceh terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun,” ungkap Nara.

Dalam upaya pengurangan risiko bencana, Nara juga berharap nantinya terwujudnya sebuah langkah pemberdayaan masyarakat yang akan berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat/komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh nantinya.

Previous Post

Wakapolda Tinjau Pembangunan SPPG ke-2 Polda Aceh

Next Post

Densus 88 Sebut 2 ASN Aceh Punya Peran Strategis di Organisasi Terorisme

Next Post
Ohku, Densus 88 Tangkap Dua ASN Terduga Terlibat Terorisme di Aceh

Densus 88 Sebut 2 ASN Aceh Punya Peran Strategis di Organisasi Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

30/03/2026
Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

30/03/2026
Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

30/03/2026
Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

30/03/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

30/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

Aceh Dilanda 237 Bencana Alan Selama Periode Januari-Juli 2025

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com