Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Mualem, 15 Agustus dan Merah Putih

redaksi by redaksi
09/08/2025
in Saleuem
0
Krak, Mualem Bakal Hapuskan Sistem Barcode untuk BBM Subdisi di SPBU Aceh

Foto: Agus Setyadi/detikSumut

KANTOR Gubernur Aceh kini mulai bersolek dengan merah putih. Di sisi kanan kantor tersebut, bahkan ada baliho besar dengan gambar Mualem-Dekfadh yang berisi ajakan pengibaran bendera merah putih serentak di seluruh Aceh.

Tak ada yang salah memang dengan ajakan tersebut. Tok, Aceh juga bagian dari Negara Kesatusn Republik Indonesia.

Yang secara garis besar, ada 4 pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya merupakan konsensus dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Aceh, sebagai bagian dari NKRI, juga mesti menjunjung tinggi 4 pilar kebangsaan. Termasuk gubernur Aceh yang kini diemban oleh Mualem Muzakir Manaf yang tak lain adalah mantan panglima GAM di era Aceh masih berkonflik. Namun kini, sosok tersebut adalah perwakilan pemerintah pusat untuk Aceh.

Perayaan 17 Agustus penting bagi Aceh, namun semestinya kita juga tak lupa dengan urgensi tanggal 15 Agustus.

Ya, 15 Agustus adalah Hari Damai Aceh. Hari dimana ditandatanganinya perjanjian damai antara GAM dengan RI di Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu.

Hari bersejarah penghentian konflik panjang antara GAM dengan RI.

Dimana sebelumnya, ribuan warga Aceh meninggal dunia atas nama perlawanan yang dipimpin oleh Mualem Muzakir Manaf sendiri. Ribuan janda dan yatim piatu konflik kini masih hidup di daerah yang kini dipimpin Mualem Muzakir Manaf.

Ideologi mungkin bisa ditukar. Bendera bulan bintang sebagai panji perang belum bisa dikibar serta berganti takzim dengan merah putih. Demikian juga dengan Burag Singa berganti dengan Pancasila.

Tapi janda konflik dan anak yatim juga perlu sentuhan agar perjuangan mereka yang meninggal selama konflik tak sia-sia.

Para pejuang Aceh di era konflik tak berjuang untuk Mualem menjadi gubernur Aceh. Semestinya 15 Agustus jadi pengingat bagi para pejabat Aceh saat ini bahwa ada beban moral dari mereka yang masih hidup terhadap keluarga para pejuang yang syahid di era konflik.

Ada tanggungjawab moral untuk merealisasi setiap butir perjanjian di Helsinki.

Bendera belum selesai. Rakyat Aceh masih banyak yang hidup miskin. Miliaran dana Otsus yang katanya ‘dana diyat perang’ belum menunjukan keberadaan yang berarti bagi rakyat Aceh. Aceh masih menjadi termiskin di Sumatera.

Belum lagi janda dan yatim piatu korban konflik yang belum menerima keadilan dari negara selama 20 tahun damai.

Mualem harusnya bukan cuma kaki tangan pusat untuk Aceh tapi juga ‘simbol’ Aceh dalam menuntut keadilan dari pemerintah pusat.

15 Agustus harusnya jadi momentum bagi Aceh untuk merenungi perjalanan damai Aceh. Memperbaiki segala kekurangan serta mewujudkan janji yang belum tuntas. Bukan cuma omong kosong dan seremonial belaka.

 

 

 

 

Previous Post

Kemenag Aceh Utara Sukses ‘Hajar’ Tamu dari Aceh Timur

Next Post

Tinjau Latihan Paskibraka Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Kalian Adalah Putra-Putri Terpilih

Next Post
Tinjau Latihan Paskibraka Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Kalian Adalah Putra-Putri Terpilih

Tinjau Latihan Paskibraka Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Kalian Adalah Putra-Putri Terpilih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

04/09/2026
Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

04/09/2026
Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

04/09/2026
Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026
Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

04/09/2026

Terpopuler

Krak, Mualem Bakal Hapuskan Sistem Barcode untuk BBM Subdisi di SPBU Aceh

Mualem, 15 Agustus dan Merah Putih

09/08/2025

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com