Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Netanyahu Mulai Operasi Caplok Gaza, Militer Israel Ngeluh Burnout

redaksi by redaksi
21/08/2025
in Internasional
0
Netanyahu Mulai Operasi Caplok Gaza, Militer Israel Ngeluh Burnout

PM Benjamin Netanyahu memulai operasi besar terbaru untuk mencaplok total Kota Gaza di tengah keluhan militer soal personel yang burnout dan kelelahan perang. (Foto: via REUTERS/AVI OHAYON/GPO)

Jakarta – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melancarkan operasi besar terbaru di Jalur Gaza Palestina dengan target mencaplok Kota Gaza, di tengah keluhan militer terkait personel yang kelelahan imbas agresi yang berlangsung sejak Oktober 2023.

Pencaplokan total Kota Gaza diperkirakan perlu waktu lima bulan. Namun, Netanyahu meminta militer untuk mempersingkat waktu dan menduduki wilayah itu lebih cepat.

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Brigjen Effie Defrin mengatakan tentara sudah berada di pinggiran Kota Gaza. Mereka siap melakukan operasi yang lebih besar tetapi tak merinci berapa jumlah pasti tentara yang sudah siaga.

“IDF menggunakan intelijen dan berbagai kemampuan lain. Kami akan melakukan yang terbaik agar tak membahayakan sandera,” kata Defrin, dikutip CNN.

Narasi itu sejalan dengan tujuan Netanyahu yaitu memulangkan sandera dan menghancurkan Hamas dengan mencaplok total Gaza melalui operasi besar.

Operasi skala besar dan singkat perlu lebih banyak pasukan, sementara jumlah pasukan aktif Israel relatif kecil, itu pun mayoritas tentara wajib militer.

Untuk mencapai tujuan Netanyahu, militer Israel dikabarkan bakal mendatangkan 60.000 tentara cadangan dan 20.000 tentara untuk tugas lainnya.

Sejauh ini, belum ada informasi berapa persen tentara cadangan yang bersedia ikut dalam agresi di Kota Gaza.

Di sisi lain, militer Israel menghadapi masalah serius dalam hal sumber daya manusia. Pasukan tampak sudah mulai lelah dan burn out setelah menjalani hampir dua tahun agresi.

Tentara Israel, Avshalom Zohar Sal, berbagi pengalaman saat bertugas di Gaza selama lebih dari 300 hari. Dalam durasi waktu itu, dia diberi empat penugasan berbeda.

Penugasan terakhir rampung sebulan lalu dan Sal enggan kembali ke medan tempur terutama operasi skala besar di Kota Gaza.

“Saya agak terkejut karena kita masih membicarakan perang yang seharusnya sudah berakhir sejak lama,” kata Sal.

Ia dan anggota lain di unitnya punya kekhawatiran yang sama terkait tujuan operasi skala besar di Kota Gaza.

“Saya pikir keputusan ini adalah hukuman mati bagi para sandera,” ujar Sal.

Pemerintah, lanjut dia, terus-menerus berbicara dan mengatakan Israel punya dua misi dalam agresi ini: memulangkan para sandera dan mengalahkan Hamas.

“Sekarang seolah-olah mereka memberi tahu kita, hanya ada satu tujuan, yang saya yakini mustahil tercapai: menghancurkan Hamas. Dan ini pun tidak akan menghancurkan Hamas.”

Situasi itu juga membuat para tentara cadangan juga kemungkinan menolak panggilan bergabung dengan militer Israel.

Eks Kepala Staf Israel Letnan Jenderal Dan Halutz meyakini beberapa tentara cadangan akan tetap memilih di rumah daripada ke garis depan di Gaza.

“Perang sudah berakhir setahun yang lali. [Rencana saat ini] tidak logis,” kata dia.

Israel meluncurkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil.

Imbas agresi itu, lebih dari 62.000 warga di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

DPRK Aceh Timur Tetapkan 4 Usulan Qanun Prioritas Program Legislasi TA 2025

Next Post

Rusia Ogah NATO jadi Penjamin Keamanan Ukraina, Sebut RI Punya Peluang

Next Post
Rusia Ogah NATO jadi Penjamin Keamanan Ukraina, Sebut RI Punya Peluang

Rusia Ogah NATO jadi Penjamin Keamanan Ukraina, Sebut RI Punya Peluang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

24/03/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

23/03/2026
Idul Fitri di Lokasi Bencana, Bupati Tamiang: Terimakasih Pak Presiden

Mendagri Ungkap 5 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Total Tersapu Banjir

23/03/2026

Terpopuler

Netanyahu Mulai Operasi Caplok Gaza, Militer Israel Ngeluh Burnout

Netanyahu Mulai Operasi Caplok Gaza, Militer Israel Ngeluh Burnout

21/08/2025

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com