BLANGPIDIE – Khairul Rijal, Alumni Duta Wisata Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2022 sekaligus Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Pimpinan Cabang Ikatan Muhammadiyah Aceh Barat Daya (PC.IMM Abdya) mengecam keras kehadiran PT. Abdya Mineral Prima (AMP).
Usaha tambang emas yang telah mendapat izin IUP sejak tanggal 17 Januari 2025 lalu itu, memicu banyak persoalan serius bila tidak di cabut izinnya.
Khairul Rijal menyampaikan, kehadiran PT AMP itu mengancam rusaknya ekosistem. Yang namanya tambang tidak ada yang ramah lingkungan. Semua sifatnya merusak dan berdanpak buruk bagi hutan dan lingkungan sekitar.
“Juga mengancam keberadaan objek wisata. Di Kuala Batee ada 2 objek wisata alam yang sangat memukau, pertama Ceraceu Krueng Batee, dan kedua Ceraceu Panto Cut,” tegas Aktivis kelahiran Kuala Batee itu, Kamis (28/08/2025).
Ia juga menuturkan, apabila usaha tambang itu tetap di jalankan, maka keindahan kedua objek wisata tersebut hanya tinggal nama. Tidak ada lagi yang patut di banggakan dari Abdya ini.
“Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Aceh, atau pihak terkait untuk segera mencabut izin tambang emas tersebut. Kalau juga tidak dicabut segera, tunggu saja aksi jalanan dan proses hukum yang akan kami lakukan. Kami akan melaporkan pihak perusahaan dan pihak yang telah memberikan rekomendasi serta izin tambang tersebut,” pungkas Khairul Rijal, dengan nada mengencam.










