Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang

redaksi by redaksi
27/05/2026
in Lintas Timur
0
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang

Foto Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang(Dok. Satgas PRR)

TAMIANG- Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter yang membentang di atas Sungai Tamiang kini menjadi salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru Kabupaten Aceh Tamiang.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu tiga bulan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gabungan sebagai respons cepat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025.

Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu atau memutar perjalanan darat melalui Karang Baru dan Sungai Liput dengan waktu tempuh satu hingga dua jam. Kini, perjalanan antardesa dapat ditempuh hanya dalam lima menit.

Komandan Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri (Inf) Ali Imran mengatakan, Jembatan Gantung Perintis Garuda dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

“Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kami bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2026).

Ali menjelaskan bahwa jembatan selebar 1,2 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram (kg) itu dibangun untuk mempercepat mobilitas masyarakat di dua desa yang selama ini dipisahkan aliran Sungai Tamiang.

Selain menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga mulai berkembang menjadi destinasi wisata baru di Aceh Tamiang.

Panorama alam Sekerak dan arsitektur jembatan menjadi daya tarik utama warga untuk berswafoto, menikmati suasana sore, atau sekadar mengabadikan momen senja di atas sungai.

Sementara itu, bagi para pelajar, kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda menghadirkan rasa aman dan kemudahan yang selama ini mereka nantikan. Seorang siswi di kawasan tersebut mengaku kini dapat berangkat ke sekolah tanpa harus menggunakan perahu seperti sebelumnya.

“Kalau pergi sekolah sekarang lebih mudah. Tidak perlu naik boat lagi, bisa langsung melintasi jembatan,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI dan pemerintah yang telah membangun jembatan tersebut.

Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya membuka konektivitas fisik, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh Tamiang setelah diterpa bencana.

Sumber: Kompas.com

Previous Post

Blang Bintang Juara I Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H di Aceh Besar

Next Post

RUU Pemerintahan Aceh Dibahas, PKS Dorong Otonomi Khusus yang Adil dan Bermartabat

Next Post
RUU Pemerintahan Aceh Dibahas, PKS Dorong Otonomi Khusus yang Adil dan Bermartabat

RUU Pemerintahan Aceh Dibahas, PKS Dorong Otonomi Khusus yang Adil dan Bermartabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

19/10/2026
Nyan, Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe – Kumba Ditarget Rampung November

Nyan, Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe – Kumba Ditarget Rampung November

19/10/2026
Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

19/10/2026
TRK Buka Sosialisasi Pengawasan Keuangan Desa bagi 222 Gampong

TRK Buka Sosialisasi Pengawasan Keuangan Desa bagi 222 Gampong

19/10/2026
Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

19/10/2026

Terpopuler

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

17/10/2026

Aliansi Masyarakat Abdya Tolak PT CA, Layangkan Surat Pernyataan Sikap dan Tuntutan ke Menteri ATR/BPN

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang

Video Tgk Wan Klibeut Berhadapan dengan TNI, Soroti Qanun Bendera Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com