SIGLI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli dalam beberapa tahun terakhir ini vakum dan kehilangan peran strategis untuk mengontrol kebijakan Pemeritah, hilang arah di tengah dinamika kemahasiswaan.
Seruan untuk membangkitkan kembali Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli kini menguat, dorongan tersebut datang dari alumni yang prihatin dengan mandeknya proses perkaderan di tubuh HMI cabang Sigli.
Hal itu dikatakan oleh salah satu alumni HMI, Muhammad Andri kepada atjehwatch.com, Sabtu 30 Agustus 2025.
Kondisi terkini telah membuat HMI Cabang Sigli kehilangan peran strategisnya sebagai pabrik intelektual. Padahal, kehadiran HMI sebagai organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia sangat dinantikan untuk memberikan gagasan kritis dan solusi konstruktif terhadap berbagai dinamika.
“Untuk menjawab kevakuman ini, sejumlah langkah strategis dianggap perlu segera mungkin diambil, urgensinya konsolidasi internal untuk menyatukan kembali seluruh potensi kader yang ada di HMI cabang Sigli,” kata Muhammad Andri.
Menurutnya,HMI Cabang Sigli sudah terlalu lama tertidur. Ini adalah momentum yang sangat tepat untuk menyatukan kembali seluruh potensi kader.
“Eksistensinya dan mengambil peran sebagai pilarisasi gerakan mahasiswa di Pidie, langkah awal adalah perlunya menata ulang struktur di tingkat komisariat menghidupkan kepengurusan yang solid dan mengaktifkan kembali forum-forum kajian ilmiah sebagai basis diskusi, Latihan Kader I dan II sebagai gerbang utama keberlanjutan proses perkaderan di HMI Cabang Sigli,” ujar Andri.
Lebih lanjut, Andri berharap dukungan dari struktur organisasi yang lebih tinggi menjadi kata kunci terhadap revitalisasi ini.
“Kita berharap kepada Pengurus Besar (PB) HMI di Jakarta dan Badan Koordinasi (Badko) HMI Aceh untuk menyupervisi dan mengambil langkah bijak terhadap proses kebangkitan ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.”
“Legitimasi proses ini sangat penting. Karena dukungan PB HMI dan Badko HMI Aceh akan memastikan setiap langkah yang diambil sah secara organisasi dan efektif di lapangan,” tambah Andri.
Tentu saja harapan ini tidak hanya bertumpu pada eksistensinya kembali HMI Cabang Sigli, akan tetapi menjadikan organisasi yang modern dalam menjawab berbagai tantangan zaman, serta melahirkan generasi pemimpin untuk Pidie dan Aceh di masa mendatang. []










