TAPAKTUAN – Politisi muda Partai Aceh, Adi Samridha SPdi, menilai statemen Ketua DPR Aceh, Zulfadhil atau akrab disapa Abang Samalanga, soal permintaan tambahan poin ‘Aceh pisah dari pemerintah pusat’ kepada massa saat demontrasi, tak perlu direspon berlebihan.
Hal ini disampaikan anggota DPRK Aceh Selatan ini kepada wartawan, Rabu 3 September 2025.
“Tak perlu ditanggapi berlebihan dan serius. Karena justru memperkeruh suasana. Kemudian mengalih isu tuntutan adek-adek mahasiswa yang sedang diperjuangkan,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini lagi.
Menurutnya, dari sisi positif, ucapan Ketua DPR Aceh lebih dimaknai sebagai bentuk komitmennya sejalan dengan tuntutan massa yang demontrasi di DPR Aceh.
“Semua poin sepakat untuk diperjuangkan. Malah kalau mau tambah poin, ayo perjuangkan sama-sama. Isu yang dibawakan bersifat nasional, dan demo di DPR Aceh hanya penguat gelinding isu nasional. DPR Aceh dan DPRK sepakat berjuang bersama para demontran,” ujar pria muda yang akrab disapa Adi ini lagi.
Adi juga mengaku bahwa ucapan Ketua DPR Aceh lebih cenderung pada unek-unek yang selama ini tersimpan pada setiap diri kader Partai Aceh dan mereka yang terlibat dalam proses damai Aceh.
“Catatannya begini. Damai itu merupakan pengorban besar bagi GAM sendiri di Aceh. Melupakan merdeka dan korban yang banyak selama konflik. Kemudian GAM bertransformasi menjadi KPA dan mendirikan Partai Aceh. Dalam MoU Helsinki ada sejumlah kewenangan yang disepakati untuk diberikan ke Aceh. Namun nyatanya, banyak kewenangan tersebut yang hingga kini tak ada kejelasan,” kata Adi.
“Pemerintah pusat seperti menggantung apa yang seharusnya menjadi hak Aceh pasca damai. Sementara di sisi, masyarakat menyorot kinerja Partai Aceh. 20 tahun damai, ternyata masih tak ada kemajuan. Orang PA justru dituding memperkaya diri sendiri.”
“Jadi ada beban moral dan unek-unek yang tersimpan. Termasuk pada diri Ketua DPR Aceh. Jadi dengan kata lain, ungkapan Ketua DPR Aceh itu. Kita sepakat untuk berjuang Bersama, bahkan kalau itu dianggap menentang pemerintah juga siap. Termasuk jika ditambah poin seperti kata Ketua DPR Aceh saat demo,” kata Adi.
“Ada banyak persoalan Aceh hari ini yang belum dituntaskan pusat. Persoalan ini mungkin lebih besar dari tuntutan massa yang sedang berlangsung. Jadi begitu,” ujar Adi.










