SIGLI – Atraksi seni beladiri tradisional Geudeu-geudeu menjadi tradisi masyarakat Pidie ketika selesai panen padi di kabupaten Pidie tempo dulu.
Atraksi seni beladiri Geudeu-Geudeu sengaja digelar dalam rangka memperingati hari jadi Pidie yang ke-514 tahun sebagai salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten dalam melestarikan kebudayaan Aceh khususnya Pidie
“Antraksi Geudeu-Geudeu yang ditampilkan tersebut bukan pertandingan melainkan sebuah atraksi hiburan sebagai wujud melestarikan budaya indatu Indatu masyarakat Pidie,” kata Andi Firdaus Juru Bicara Bupati Pidie, Rabu 17 September 2025.
Andi berharap dengan adanya atraksi Geudeu-geudeu di hari jadi Pidie ke-514 itu mampu menggugah Anak-anak muda, remaja-remaja dalam melestarikan dan menjaga budaya leluhur Pidie.
“Jadi kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan saat perayaan hari jadi kabupaten Pidie, guna membuka kesadaran generasi muda tentang pentingnya upaya pelestarian budaya Daerah,” jelas Andi Firdaus.
Perlu diketahui Geudeu-geudeu sudah ditetapkan jadi warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Republik Indonesia
Geudeu-Geudeu yang merupakan permainan bela diri tradisional masyarakat Aceh yang berasal dari Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Seni bela diri yang menyerupai Gulat atau Sumo dari Jepang itu biasanya dipertandingkan antar kampung di setiap selesai panen padi raya oleh masyarakat setempat.[Mul]











