Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Masyarakat Geumpang Protes Tambang Rakyat Disebut Ilegal

redaksi by redaksi
28/09/2025
in Lintas Timur
1
Masyarakat Geumpang Protes Tambang Rakyat Disebut Ilegal

SIGLI – Masyarakat Geumpang telah melakukan penambangan emas secara tradisional selama bertahun-tahun, turun temurun bergantungan hidup atau menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak warga di Geumpang, kabupaten Pidie.

Penambangan emas di Geumpang memiliki potensi ekonomi yang signifikan, tanpa merusak lingkungan dan alam setempat.

Hal itu dikatakan Yusri, Perwakilan Tokoh Masyarakat Geumpang kepada Atjehwatch.com Minggu 28 September 2025.

“Kita bukan mendukung adanya tambang ilegal, tetapi yang harus pemerintah diperhatikan adalah pendapatan masyarakat. Jika nanti kehilangan pendapatan warga apa solusi dari pemerintah,” ucap Yusri dengan nada bertanya.

Dikatakannya, masyarakat membuka tambang rakyat di Geumpang sudah berjalan selama ini tanpa merusaki lingkungan, pun menggunakan exavator itu sesuai hukum adat setempat

“Dengan adanya kegiatan tambang rakyat di Geumpang pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat pesat, Daya beli dipasar UMKM masyarakat sangat tinggi selama ini,” Ujar Yusri.

Dikatakan Yusri, pernyataan salah satu Anggota DPRA terkait setoran Rp.30 Juta itu tidak mendasar dan sesat, harusnya ngecek dulu ke lapangan dengan melibatkan masyarakat local.

“Kami tidak pernah memberikan uang sejumlah yang disebut untuk pihak keamanan yang seperti di tuduh Pansus DPRA itu,” tegas Yusri Tokoh masyarakat Geumpang

“Dari hasil kegiatan tambang Rakyat, sangat terbantu pembangunan di Geumpang, seperti pembangunan Mesjid Syuhahada kecamatan Geumpang, yang menghabiskan biaya miliaran rupiah begitu juga dengan Asrama Mahasiswa atau rumah singgah di Banda Aceh, sampai detik ini belum ada bantuan dari pemerintah semenjak pembelian tanah sampai pembangunannya hampir selasai, dan sudah diduduki oleh mahasiswa dan masyarakat Geumpang, dan masih banyak pembangunan lain seperti irigasi, jalan, jembatan serta membantu kegiatan sosial lainya baik itu di dalam kecamatan Geumpang atau diluar kecamatan,” jelas Yusri.

Masyarakat berharap, yang dibutuhkan saat ini adalah pembinaan dari pemerintah, bukan hanya dapat mengeluarkan intruksi tutup tambang karna masyarakat sudah bergantung hidupnya di tambang untuk membiayai kebutuhan keluarganya dan juga menyekolahkan anak anaknya.

“Jadi mari kita cari solusi terbaik untuk ekonomi masyarakat tetap hidup dan mengalir dalam kehidupan sosial antar warga di pedalaman pelesok Aceh, khususnya Masyarakat Geumpang, dan pemerintah Aceh harus bekerja sama untuk mengelola potensi emas secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan,” Pinta Yusri tokoh masyarakat Geumpang.[Mul]

Previous Post

Polri Pasang Spanduk Himbauan Stop Illegal Mining dan Illegal Logging di Geumpang

Next Post

Ahmad Ali Temui Jokowi di Solo Usai Jadi Ketua Harian PSI

Next Post

Ahmad Ali Temui Jokowi di Solo Usai Jadi Ketua Harian PSI

Comments 1

  1. Denny says:
    10 bulan ago

    Tambabg rakyat bukan pakai alat excavator, tambang rakyar dg cangkul .. kalau susaah gunakan beko itu sudah lain ceritanya. Jaadi masyarakat di kasih pemahaman jangan setengah2

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Komisi VI DPR Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa Bersama Hutama Karya

Komisi VI DPR Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa Bersama Hutama Karya

24/07/2026
Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

24/07/2026
Konsultasi Raqan, Kakanwil Kemenag Aceh Terima DPRK Sabang

Konsultasi Raqan, Kakanwil Kemenag Aceh Terima DPRK Sabang

24/07/2026
Prabowo: Ada Kampanye Goyahkan Indonesia, Tiap Bulan Klaim Kolaps

Prabowo: Ada Kampanye Goyahkan Indonesia, Tiap Bulan Klaim Kolaps

24/07/2026
Militer Iran Ungkap Fase Baru Perang Lawan AS, Akan Ubah Strategi

Militer Iran Ungkap Fase Baru Perang Lawan AS, Akan Ubah Strategi

24/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

Masyarakat Geumpang Protes Tambang Rakyat Disebut Ilegal

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com