Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Masady Manggeng: Sidat dan Baramundi, Emas Biru Aceh yang Masih Terlupakan

redaksi by redaksi
04/10/2025
in Lintas Barat Selatan
0
PLN Berulah di Aceh, Masady Manggeng Minta Gubernur dan DPRA Perkuat Kemandirian Energi dalam Revisi UUPA

Banda Aceh – Aceh memiliki potensi besar di sektor perikanan bernilai tinggi melalui komoditas sidat (Anguilla spp.) dan baramundi atau kakap putih (Lates calcarifer). Namun, hingga kini kedua komoditas unggulan tersebut masih belum menjadi prioritas dalam kebijakan budidaya pemerintah daerah.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) periode 2007–2009, Masady Manggeng, menilai potensi tersebut ibarat “emas biru” yang dibiarkan tidur.

“Kita sedang duduk di atas sumber daya bernilai tinggi, tapi masih sibuk menggali program lama yang monoton. Sidat dan baramundi ini punya prospek ekonomi jauh lebih besar daripada nila atau lele,” ujar Masady di Banda Aceh, Sabtu, 4 September 2025.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh mencatat produksi ikan nila hasil budidaya pada tahun 2022 mencapai 16.810 ton, dan tahun 2023 masih sekitar 9.626 ton. Meski tinggi secara volume, nilai jualnya relatif rendah, hanya Rp25.000–35.000 per kilogram. Sementara itu, harga sidat di pasar ekspor bisa mencapai Rp200.000–400.000/kg, dan baramundi di pasar domestik premium stabil di kisaran Rp70.000–120.000/kg.

“Nilai ekonominya jauh berbeda. Tapi sayangnya, program pemerintah masih berkutat pada komoditas berputar cepat tapi berharga rendah,” kata Masady.

Ia juga menyebut hasil penelitian Universitas Malikussaleh yang menemukan populasi sidat cukup tinggi di sungai-sungai pesisir Aceh Utara, terutama pada fase glass eel. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah menyalurkan benih baramundi ke wilayah Simeulue, Aceh Timur, dan Aceh Barat Daya. Sejumlah kelompok pembudidaya di Aceh Singkil dan Aceh Utara bahkan telah berhasil melakukan pendederan hingga pembesaran.

“Artinya, bahan dasarnya sudah ada mulai dari habitat mendukung, bibit tersedia, pasar siap menyerap. Yang belum ada adalah inovasi kebijakan daerah,” tegasnya.

Masady menilai Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh perlu berani mengubah arah program budidaya dengan menghadirkan pendampingan teknis, pelatihan manajemen kualitas air, serta dukungan akses pasar bagi pembudidaya sidat dan baramundi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri telah menetapkan Kepmen KP No.118 tahun 2021 tentang Rencana Pengelolaan Perikanan Sidat, yang menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan, termasuk perlindungan habitat di Aceh. “Kalau daerah tidak bergerak cepat, peluang besar ini akan terus terbuang,” ujar Masady.

Menurutnya, pengembangan sidat dan baramundi tak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir dan pedalaman Aceh. Dari rantai penangkapan benih, pendederan, hingga pengolahan, sektor ini berpotensi menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Aceh punya semua modal: alam, pasar, dan aturan. Tinggal keberanian pemerintah untuk mengubah kebiasaan lama,” pungkasnya.

Previous Post

Krak, Santri Kelas Akhir Al Zahrah Isi Khutbah Jumat di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Next Post

Syech Muharram Silaturahmi dengan Tim Pemekaran Aceh Rayeuk

Next Post
Syech Muharram Silaturahmi dengan Tim Pemekaran Aceh Rayeuk

Syech Muharram Silaturahmi dengan Tim Pemekaran Aceh Rayeuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

IMM Abdya dan Aliansi Masyarakat Tolak CA Kecam Kebijakan “Pinjam Manajemen” Kejari Abdya Untuk PT CA

IMM Abdya dan Aliansi Masyarakat Tolak CA Kecam Kebijakan “Pinjam Manajemen” Kejari Abdya Untuk PT CA

16/10/2026
Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

16/10/2026
Kabut Asap Karhutla Masuk Pidie Jaya, Dinkes-KB Bergerak Bagikan Masker

Kabut Asap Karhutla Masuk Pidie Jaya, Dinkes-KB Bergerak Bagikan Masker

16/10/2026
Darwati Tampung Aspirasi BPBA, Respon Cepat dan Mitigasi Bencana Jadi Sorotan

Darwati Tampung Aspirasi BPBA, Respon Cepat dan Mitigasi Bencana Jadi Sorotan

16/10/2026
Jelang Akhir Masa Tugas, Konjen Jepang Jamu Wali Nanggroe Aceh, Bahas Penguatan Kerja Sama dan Warisan Sejarah Sabang

Jelang Akhir Masa Tugas, Konjen Jepang Jamu Wali Nanggroe Aceh, Bahas Penguatan Kerja Sama dan Warisan Sejarah Sabang

16/10/2026

Terpopuler

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

15/10/2026

Tgk Mansur Resmi Terpilih Sebagai Ketua MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031

IMM Abdya dan Aliansi Masyarakat Tolak CA Kecam Kebijakan “Pinjam Manajemen” Kejari Abdya Untuk PT CA

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

Piala Soeratin U-17 Nasional, Persada Abdya vs Persebaya Imbang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com