MEUREUDU – MTQ XXXII Aceh Tahun 2025 tinggal menghitung hari di kabupaten Pidie Jaya. Panitia dan pihak keamanan mulai mempersiapkan dan berkomitmen menyukseskan Even tingkat Provinsi tersebut, tapi celakanya semua akan berbayar mulai dari sewa lapak untuk pasar rakyat hingga Bazar MTQ wajib sewa stand, aneh tapi nyata Pemkab berbisnis dengan rakyatnya.
Hal itu dikatakan oleh Murdhani salah seorang warga muda Pidie Jaya kepada Atjehwatch.com, Jum’at 9 Oktober 2025.
Dikatakan Dhani, pemerintah itu tak dirancang untuk bertransaksi dengan rakyatnya. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Pidie Jaya di even MTQ jangan berdagang dengan rakyatnya.
“Kalau pemerintah kabupaten Pidie Jaya memandang rakyatnya sebagai konsumen pada MTQ XXXII Aceh itu rusak semua urusan,” katanya.
Ariza menegaskan pemerintah tidak boleh bicara soal untung dan rugi dengan rakyat pada even yang dibiayai dari uang rakyat. Pemerintah harus bicara manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dari suatu kebijakan.
“Pada dasarnya kita mendukung agar suksesanya MTQ XXXII Aceh yang akan dihelat bulan depan di kabupaten Pidie jaya, tapi jika Bazar dan lapak untuk jualan masyarakat itu dipatok biaya itu sungguh tidak beradap dan terlalu, mencekik para pelaku umkm di daerah, kita minta Pemkab harus meninjau ulang kebijakan tersebut,” ujar Dhani dengan nada menantang.
Diketahui, untuk mendirikan tenda ukuran 5×5 Meter harus berbayar dengan tarif Rp. 2.850.000,- kemudian untuk tenda ukuran 2,5 X 5 dengan harga Rp. 1.425.000,- dan untuk ukuran 2,5 X 2,5 berbayar Rp.712.500,- selama even berlangsung.
Seharusnya Pemerintah Pidie Jaya mencari cara untuk para pelaku UMKM yang ada di Pidie Jaya agar perekonimian hidup selama MTQ itu berlangsung, bukan malah mematok harga lapak untuk para pelaku UMKM di Pidie Jaya.
Dalam pada itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malaysi saat dikonfirmasi Atjehwatch.com, mengatakan akan mengecek ke panitia prihal tenda di bazar MTQ dan pasar rakyat yang berbayar itu
“Geit lon coba konfirmasi ke panitia dulu,” jawabnya singkat via Pesan WA.
Sementara Plt. Kadis Syariat Islam Pidie Jaya Okta Handipa, ST, M.Arch mengatakan tidak tahu soal tenda untuk Bazar MTQ itu berbayar dan dipatok harga.
“Kita sudah rapat, untuk seragam tenda di pasar rakyat kita arahkan ke pihak tenda biar indah dilihat, tapi untuk biaya cuma 50 ribu perlapak sesuai hasil rapat, kalau prihal Bazar MTQ kita sediakan untuk instansi dan 23 kabupaten kota, dalam rangka memeriahkan MTQ ke XXXII Aceh yang akan berlangsung di Pidie Jaya,” kata Okta Handipa, ST, M.Arch, Plt. Kadis Syariat Islam.[Mul]








