Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Ilmuwan dari Keluarga Pengungsi Gaza Dapat Nobel Kimia, Ini Sosoknya

redaksi by redaksi
11/10/2025
in Sosok
0
Ilmuwan dari Keluarga Pengungsi Gaza Dapat Nobel Kimia, Ini Sosoknya

Ilmuwan dari keluarga pengungsi Gaza Palestina, Omar Yaghi, meraih Nobel Kimia tahun ini. (via REUTERS/Brittany Hosea-Small/UC Berkeley)

Jakarta – Hadiah Nobel Kimia tahun ini jatuh kepada tiga ilmuwan dari tiga negara berbeda, yaitu Omar Yaghi (University California, Berkeley, AS), Richard Robinson (University of Melbourne, Australia) dan Susumu Kitagawa (Kyoto University, Jepang).

Yang menarik Omar Yaghi punya latar belakang dari keluarga pengungsi Palestina, tepatnya Distrik Al-Masmiyya di Gaza. Orang tuanya terpaksa meninggalkan Gaza selama peristiwa pengusiran warga Palestina oleh Israel pada 1948, yang dikenal dengan istilah Nakba.

Keluarga Yaghi mengungsi ke Yordania, dan disanalah Yaghi lahir dan menghabiskan masa kecilnya. Omar Mwannes Yaghi nama lengkapnya, lahir 9 Februari 1965. Sebagai pengungsi ia menjalani masa kecil yang sulit, tinggal di rumah sempit tanpa akses air bersih yang memadai atau listrik.

Atas dorongan ayahnya, ia pindah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun. Padahal kemampuan berhasa Inggrinsy sangat minim. Namun berkat tekada yang kuat, dia berhasil masuk ke Hudson Valley Community College, lalu pindah ke State University of New York di Albany untuk gelar sarjananya.

Ia meraih gelar doktornya (PhD) dari University of Illinois di Urbana-Champaign pada tahun 1990 dan kemudian menjalani penelitian pascadoktoral di Harvard University (1990-1992), seperti dikutip dari situs fakultas kimia Universitas Negeri Padang.

Situs Universitas California (UC), tempat Yaghi mengajar, menjelaskan hadiah Nobel diberikan kepada para ilmuwan tersebut karena menciptakan “konstruksi molekuler dengan ruang besar tempat gas dan bahan kimia lainnya dapat mengalir.

Konstruksi ini, kerangka logam-organik, dapat digunakan untuk memanen air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun, atau mengkatalisis reaksi kimia.”

Yaghi adalah anggota fakultas UC Berkeley ke-28 yang memenangkan Hadiah Nobel dan pemenang kelima dalam lima tahun terakhir.

Ia mengetahui tentang kemenangannya atas Hadiah Nobel saat singgah dalam perjalanan menuju sebuah konferensi di Brussels, Belgia.

“Saat mendarat, saya melihat tidak ada apa pun di ponsel saya, lalu saya mendapat telepon,” ujarnya. Ia akhirnya berbincang panjang lebar dengan seorang anggota komite Nobel, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, di tengah kerumunan wisatawan yang bergegas.

“Tak ada yang seperti ini, sungguh menakjubkan,” ujarnya. Menerima penghargaan itu “adalah perasaan yang jarang Anda rasakan.”

Ponselnya terus berdering dan bergetar sejak ia mendarat. Ia berencana untuk menjawab semua ucapan selamat, sambil bersiap memimpin sesi ilmiah besok di konferensi tersebut.

Pada tahun 1990-an, Yaghi dan rekan-rekannya menggabungkan logam dengan molekul organik untuk membangun senyawa hibrida sehingga memiliki struktur kristal sangat berpori dan dapat dengan mudah menyerap, menyimpan, dan melepaskan gas dan uap.

Ia menjuluki senyawa ini sebagai kerangka logam-organik, atau MOF, dan membuktikan bahwa senyawa ini tidak hanya sangat stabil secara struktural, tetapi juga dapat dengan mudah diatur, menggunakan berbagai logam dan penghubung organik yang berbeda untuk menangkap molekul tertentu dan menyingkirkan molekul lainnya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pasukan AS Tiba di Israel saat Gaza Mulai Gencatan Senjata

Next Post

Ohku, Sopir Truk Tewas Tertimpa Material Longsor Tambang Ilegal

Next Post
Ohku, Sopir Truk Tewas Tertimpa Material Longsor Tambang Ilegal

Ohku, Sopir Truk Tewas Tertimpa Material Longsor Tambang Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DPRK Banda Aceh Tampung Aspirasi Penyandang Disabilitas

DPRK Banda Aceh Tampung Aspirasi Penyandang Disabilitas

25/05/2026
Tidak Didukung Pemerintah Aceh, Seniman Gadai Kendaraan dan Emas Demi Tampil di Luar

Tidak Didukung Pemerintah Aceh, Seniman Gadai Kendaraan dan Emas Demi Tampil di Luar

25/05/2026
Satgas Saber Abdya Cek Keamanan dan Mutu Pangan Jelang Idul Adha

Satgas Saber Abdya Cek Keamanan dan Mutu Pangan Jelang Idul Adha

25/05/2026
Pemko Banda Aceh kembali Gelar Pasar Murah Daging Meugang Rp150 Perkilogram

Pemko Banda Aceh kembali Gelar Pasar Murah Daging Meugang Rp150 Perkilogram

25/05/2026
Jelang Idul Adha, Pemkab Pidie Jaya Gelontorkan Pangan Murah Tekan Lonjakan Harga

Jelang Idul Adha, Pemkab Pidie Jaya Gelontorkan Pangan Murah Tekan Lonjakan Harga

25/05/2026

Terpopuler

Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

24/05/2026

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Panjat Tebing Perdana Ikut O2SN, Sekolah Kirim Atlet Muda ke Pertandingan

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com