BANDA ACEH – Suasana kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Kampus UIN Ar-Raniry pada Senin pagi, 20 Oktober 2025, saat kampus ini menerima lawatan resmi dari Ahli Majelis Daerah Jeli dan Persidangan Pengetua Yayasan Islam Kelantan Zon Jeli, Malaysia. Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 08.20 hingga 10.45 WIB itu dihadiri 36 tamu undangan, dan berjalan penuh keakraban.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam menguatkan hubungan pendidikan antara Aceh dan Kelantan yang sejak dahulu memiliki kedekatan budaya, sejarah, dan nilai-nilai keislaman. Rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan dan dosen UIN Ar-Raniry serta tim international student’s volunteer dan persatuan mahasiswa Malaysia di Aceh dibawah koordinasi Prof. Saiful Akmal, Kepala UPT. Layanan Internasional (International Office) sebagai inisiator kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Prof. Mursyid, menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran rombongan.
“Kami sangat senang menyambut tuan dan puan untuk melihat bagaimana di Aceh. Tuan dan puan tidak risau bila menitipkan anak di Aceh. Aceh memiliki Syariat Islam. In Syaa Allah mereka tetap terjaga dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya di hadapan tamu rombongan.
Ucapan itu langsung disambut bahagia dan apresiasi dari pihak delegasi. Pengetua Yayasan Islam Kelantan Zon Jeli, Sabri Bin Mat Daud, menyampaikan bahwa rombongan tidak menyangka sambutan yang begitu hangat diberikan oleh pihak kampus.
“Kami tidak menyangke sambutan yang begitu hangat dan padu dari pihak UIN Ar-Raniry. Saya mewakili ahli rombongan memberi penghargaan dan terima kasih,” tuturnya.
Selain pertemuan resmi, kedua belah pihak juga melakukan diskusi singkat mengenai potensi kerja sama pendidikan di masa mendatang. Yayasan Islam Kelantan diketahui membawahi lebih dari 150 sekolah setingkat SMA dan pesantren, sehingga peluang pengembangan mahasiswa kelas internasional di UIN Ar-Raniry.
Kunjungan ini dipandang bukan sekadar seremoni pertukaran sambutan, melainkan menjadi langkah awal mempererat hubungan antar lembaga pendidikan Islam di dua wilayah serumpun. Bagi rombongan dari Kelantan, Aceh bukan hanya tujuan akademik, tetapi juga rumah kedua yang memiliki nilai-nilai keislaman yang sama.
Melalui silaturahmi ini, kedua institusi berharap ke depan akan semakin banyak pelajar dari Kelantan yang melanjutkan studi di Aceh. Momen ini menguatkan komitmen kampus sebagai pintu gerbang peradaban ilmu Islam di Asia Tenggara.

![[Opini] Membenahi Regulasi Perlindungan Guru](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-08.39.24-75x75.jpeg)








