Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

WHO Imbau Lockdown tak Dicabut Terlalu Dini

Atjeh Watch by Atjeh Watch
07/04/2020
in Internasional
0

JENEWA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara tak mencabut atau melonggarkan karantina wilayah (lockdown) terlalu dini. Hal itu dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 meningkat kembali.

“Salah satu bagian terpenting adalah tidak melepaskan tindakan-tindakan terlalu dini agar tidak jatuh lagi,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada Selasa (7/4).

Dia mengumpamakan kondisi saat ini seperti seseorang yang sedang sakit. “Jika Anda bangun terlalu pagi dan berlari terlalu cepat, Anda berisiko jatuh kembali dan mengalami komplikasi,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, masih terdapat lebih dari 1,3 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Korban meninggal akibat virus di tingkat global telah mencapai 75.945 jiwa. Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang saat ini paling banyak menangani kasus Covid-19 yakni berjumlah 368.449 pasien.

Di Prancis, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan negaranya belum melewati fase puncak pandemi Covid-19. Oleh sebab itu karantina wilayah atau lockdown akan berlangsung selama dinilai masih diperlukan.

“Kami masih dalam fase epidemi yang memburuk,” kata Veran saat diwawancara stasiun televisi BFM pada Selasa (7/4).

Hingga berita ini ditulis, Prancis memiliki setidaknya 98.984 kasus Covid-19. Sementara korban meninggal akibat virus mencapai 8.911 jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun John Hopkins University and Medicine, Prancis menempati posisi ketiga dalam hal korban meninggal terbanyak akibat Covid-19. Posisi pertama ditempati Italia dengan 16.523 jiwa. Spanyol berada di urutan kedua dengan 13.341 jiwa.[]

Sumber: Republika

Tags: Lockdownwho
Previous Post

Kini Tingkat Kesembuhan Pasien Corona di Indonesia 7,4%

Next Post

Sri Mulyani Sudah Amankan THR PNS, TNI dan Polri

Next Post
Sri Mulyani: Pasien Positif Covid-19 Tembus 95 Ribu di Bulan Mei

Sri Mulyani Sudah Amankan THR PNS, TNI dan Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

24/03/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

23/03/2026
Idul Fitri di Lokasi Bencana, Bupati Tamiang: Terimakasih Pak Presiden

Mendagri Ungkap 5 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Total Tersapu Banjir

23/03/2026
Arus Lalin dan Mudik Lebaran H+3 Lancar

Arus Lalin dan Mudik Lebaran H+3 Lancar

23/03/2026

Terpopuler

WHO Imbau Lockdown tak Dicabut Terlalu Dini

07/04/2020

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com