Nagan- Koordinator Gerakan Pemuda Nagan Raya, Restu Gilang, mendesak Bupati Nagan Raya segera melakukan langkah-langkah darurat dalam hal penanganan pasca bencana yang terdampak pada sejumlah daerah di Kabupaten Nagan Raya.
Pemkab diharapkan dapat menggunakan kukuatan Maksimal berupa Alat, kendaraan tenaga SKPK. Batalyon TNI yang dimiliki terhadap pemulihan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak, terutama dalam hal penyaluran air bersih, obat-obatan, makanan pokok.
Hasil penelusuran faktual di lapangan, menunjukkan warga kecewa dan mengeluhkan respon Pemerintah kabupaten yang di sinyalir lamban dalam hal penanganan evakuasi masyarakat terdampak.
“Hampir di semua sektor daerah terdampak seperti di Tripa Makmur, Beutong Ateuh Banggalang, Blang tripa Alue Waki, Lamie mengalami kelangkaan terhadap akses air bersih, makanan pokok dapur.”
“Bahkan untuk d beli pada gerai kelontong masyarakat sekitar pun sudah mulai mengalami kelangkaan. Hal-hal mendasar seperti itu tentunya yang dibutuhkan segera oleh masyarakat karena menyangkut kebutuhan hidup khalayak ramai,” kata Restu.
“Solusi yang kita ajukan ke Bupati barangkali berupa permohonan mobilitas Logistik udara maupun via laut segera ke Pemerintah Pusat terhadap bantuan KRI jenis Bantu Rumah Sakit (BRS). Simulasi yang kita perkirakan terkait dengan permintaan ini ke Pemerintah Pusat.”
“Jikalau kita Nagan Raya tidak memiliki Dermaga sandar bagi KRI BRS, InsyaAllah KRI bisa sementara lego jangkar dalam radius beberapa Mil dari kawasan bibir pantai terdekat kita, hal ini tentunya andai terwujud dapat sangat membantu recovery kesenjangan sosial bagi masyarakat yang berdampak di lapangan Delama ini. Karena biasanya spefikasi KRI BRS yang dioperasionalkan selama ini oleh TNI AL memiliki fasilitas parkir beberapa unit Heli evakuasi atau kelas heli mini kargo ringan yang tentunya nanti bisa menditribusikan bantuan luar terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.”
“Kita tentunya masyarakat dan Pemkab berharap besar ke Pemerintah pusat agar bisa mengapprove kebutuhan darurat ini untuk mendukung operasi domestik dan tanggap darurat bencana di kawasan Pantai Barat Selatan,” tutup Restu.










