Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Kerinduan Listrik yang Memuncak di ‘Krueng Cut’ dan ‘Krueng Raya’

redaksi by redaksi
14/12/2025
in Feature
0
Kerinduan Listrik yang Memuncak di ‘Krueng Cut’ dan ‘Krueng Raya’

SIMPANG Mesra penuh dengan kelap-kelip cahaya pada Minggu malam 14 Desember 2025. Demikian juga dengan kawasan Rawa Sakti. Ini ujungnya Kota Banda Aceh.

Warga Kutaradja mulai ‘merdeka’ setelah sekian lama diselimuti kegelapan pasca bencana. Pemandangan seperti itu hanya mampu ditatap warga di ‘sisi kanan’ jembatan dengan rasa iri.

Mereka hanya bisa ‘gigit jari’ melihat saudaranya menikmati cahaya.

Memasuki Jembatan Krueng Cut, Kabupaten Aceh Besar, puluhan roda dua terlihat terparkir di sisi jembatan. Para pengguna rata-rata berusia 20-an. Mereka menepi untuk mencari ‘sinyal’ guna berkomunikasi dengan keluarga.

Jembatan Krueng Cut dan Jembatan Lamnyong merupakan dua tempat favorit baru bagi para pencari sinyal. Tempat lain adalah area depan Polda Aceh.

“Kami tinggal di Labuy (Kecamatan Baitussalam-red) bang. Begitu lewat jembatan Krueng Cut. Sinyal langsung terputus. Makanya sering berlama-lama di sini,” ujar Ridwan, 21 tahun, salah seorang mahasiswa USK, yang ditemui atjehwatch.com.

Ridwan memilih mencari sinyal di Jembatan Krueng Cut dibanding beramai-ramai ke Warkop seperti para mahasiswa lainnya.

“Lebih hemat,” ujar Ridwan.

Meninggalkan Ridwan, laju kendaraan kemudian Kembali menelusuri Jalan Laksamana Malahayati yang dipenuhi rumah-rumah warga yang redup cahaya. Ini merupakan pekan ketiga, kawasan ‘Krueng Cut’ dan ‘Krueng Raya’ gelap gulita.

Hanya satu dua Ruko yang tampak bercahaya. Mereka mengandalkan ginset sendiri. Sementara bagi yang tak mampu beli ginset, terpaksa bergelap-gelapan.

“Yang membuat kita kesel, daerah lain padam dua hari, kemudian bisa menyala sehari. Sedangkan kita itu, hampir satu Minggu ini padam total,” kata Firdaus, 38 tahun, warga Baet.

“Yang menyakitkan lagi. Selama listrik padam, sinyal telekomunikasi pun hilang. Jadi Krueng Cut Aceh Besar dengan Syiah Kuala Banda Aceh itu seperti dua dunia yang berbeda. Jembatan Krueng Cut jadi penghubungnya,” kata Firdaus lagi.

Kata Firdaus, jika dihitung sejak bencana banjir dan longsor menimpa Aceh pada 26 November lalu, kawasan Krueng Cut hanya tiga kali mendapat jatah listrik menyala.

“Kali pertama menyala 6 jam, kemudian padam 3 hari. Kedua, menyala 12 jam, kemudian padam dua hari. Terakhir, menyala sekitar satu hari, dan sudah padam hampir satu Minggu.”

“Harusnya PLN lebih adil dalam mendistribusikan arus listrik,” ujar Firdaus.

Zubaidah, 54 tahun, warga Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, juga mengaku kesal dengan pemadaman listrik yang tak berujung dari PLN.

“Siapa yang tak kesal. Listrik padam, sinyal hilang. PDAM juga mati. Anak-anak mandi gak ada air berhari-hari,” ujarnya.

“Mau nangis rasanya. Berhari hari tanpa listrik, tanpa air, dan tanpa sinyal. Sementara para pejabat hanya bisa berjanji-janji. Saat tak bisa ditepati, cuma minta maaf,” ungkapnya kesal.

 

Previous Post

Menteri Ekraf Apresiasi Bagak Marnatal Jadi Panggung Ekosistem Ekonomi Kreatif

Next Post

Azhari Cage Ajak Warga Aceh Utara Jaga Persatuan di Tengah Bencana

Next Post
Azhari Cage Ajak Warga Aceh Utara Jaga Persatuan di Tengah Bencana

Azhari Cage Ajak Warga Aceh Utara Jaga Persatuan di Tengah Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 37

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 38

07/11/2026
Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

06/11/2026
Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

06/11/2026
Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

06/11/2026
LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

06/11/2026

Terpopuler

Kerinduan Listrik yang Memuncak di ‘Krueng Cut’ dan ‘Krueng Raya’

Kerinduan Listrik yang Memuncak di ‘Krueng Cut’ dan ‘Krueng Raya’

14/12/2025

Sarjani Minta Insiden Berdarah di Pulo Keunari Pidie Diusut Tuntas dan Transparan

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Nyan, Pemkab Pidie Jaya Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com