Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mualem Tekankan Stabilisasi Harga dan Huntara Jelang Ramadan

redaksi by redaksi
31/12/2025
in Nanggroe
0
Mualem Tekankan Stabilisasi Harga dan Huntara Jelang Ramadan

Banda Aceh — Pemerintah Aceh menegaskan sejumlah isu strategis yang perlu segera ditangani dalam percepatan pemulihan pascabencana, mulai dari stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, pendangkalan kuala untuk aktivitas nelayan, hingga penyediaan rumah sementara dan hunian permanen bagi masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam Rapat Pimpinan DPR RI – Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah terdampak, di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

Menjelang Ramadan, Gubernur Aceh meminta perhatian khusus pemerintah pusat agar harga kebutuhan pokok, terutama daging, tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. Menurutnya, momentum menjelang bulan puasa rawan terhadap lonjakan harga. “Kita minta agar ada kebijakan yang memungkinkan pasokan daging cukup menjelang Ramadan, sehingga harganya tidak mahal dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya.

Selain isu pangan, Muzakir Manaf juga menyoroti pendangkalan kuala (muara) yang menghambat aktivitas nelayan. Akibat sedimentasi dan pengaruh pasang surut, sejumlah kapal nelayan tidak dapat keluar-masuk pelabuhan secara optimal selama 24 jam. “Ini menjadi persoalan mendesak karena menyangkut ekonomi nelayan. Kalau kuala dangkal, kapal hanya bisa keluar masuk pada waktu tertentu,” jelasnya.

Dalam konteks pemulihan infrastruktur pascabencana, Gubernur Aceh menegaskan bahwa penyediaan rumah sementara (huntara) menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Di samping itu, pembangunan hunian permanen juga harus segera dirancang agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan. “Yang paling urgent sekarang adalah rumah sementara, kemudian rumah permanen. Masyarakat butuh kepastian tempat tinggal,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan persoalan jembatan-jembatan yang terputus di sejumlah kabupaten. Kondisi tersebut memaksa warga menggunakan jalur alternatif, termasuk penyeberangan darurat berbayar, yang menambah beban ekonomi masyarakat. “Ada masyarakat yang harus membayar setiap kali melintas karena jembatan putus. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ungkap Muzakir Manaf.

Gubernur Aceh meminta percepatan penanganan jembatan darurat, termasuk perbaikan jembatan Bailey yang sempat mengalami kendala teknis seperti hilangnya baut pengikat. Ia menegaskan pentingnya pengawasan rutin agar infrastruktur darurat tetap aman digunakan warga.

Rapat koordinasi tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh secara terpadu, dengan fokus pada perlindungan ekonomi masyarakat, pemulihan infrastruktur dasar, serta pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi warga terdampak.

Previous Post

Pemuda Gunong Kleng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Next Post

PLN: Listrik 15 Kabupaten di Aceh Pulih, Akses Terisolasi Jadi Tantangan

Next Post
PLN: Listrik 15 Kabupaten di Aceh Pulih, Akses Terisolasi Jadi Tantangan

PLN: Listrik 15 Kabupaten di Aceh Pulih, Akses Terisolasi Jadi Tantangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sudirman Said Tanamkan Nilai Kemanusiaan dan Kesukarelaan kepada PMR Aceh

Sudirman Said Tanamkan Nilai Kemanusiaan dan Kesukarelaan kepada PMR Aceh

10/05/2026
Road to HUT Pidie ke-515, Wabup Alzaizi Buka Kejurprov IMI Aceh Drag Bike dan Drag Race di Sigli

Road to HUT Pidie ke-515, Wabup Alzaizi Buka Kejurprov IMI Aceh Drag Bike dan Drag Race di Sigli

10/05/2026
Ngopi hingga Larut Malam, 12 Wanita di Aceh Ditangkap Polisi Syariah

Ngopi hingga Larut Malam, 12 Wanita di Aceh Ditangkap Polisi Syariah

10/05/2026
Al Zahrah Buka Karantina Bagi Pelajar Pendalaman Bahasa Arab Ke Timur Tengah

Al Zahrah Buka Karantina Bagi Pelajar Pendalaman Bahasa Arab Ke Timur Tengah

10/05/2026
Gajah Liar Kembali Masuk ke Pemukiman Warga di Aceh Jaya

Gajah Liar Kembali Masuk ke Pemukiman Warga di Aceh Jaya

10/05/2026

Terpopuler

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

09/05/2026

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com