Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Hunian Sementara Korban Banjir Aceh Pakai Bahan Premium

redaksi by redaksi
03/01/2026
in Lintas Timur
0
Hunian Sementara Korban Banjir Aceh Pakai Bahan Premium

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau proses pembangunan hunian sementara korban banjir di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026. Foto: Humas Kementerian PU.

TAMIANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dibangun dengan bahan berkualitas tinggi. Pembangunan huntara ini ditujukan untuk memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak bencana.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara untuk memastikan warga tidak lagi bertahan di tenda pengungsian dengan keterbatasan fasilitas.

“Kami berkomitmen untuk men-support penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat,” kata Dody dikutip dari keternagan tertulis, Sabtu, 3 Desember 2025. Ia menambahkan, huntara juga akan dilengkapi sarana air bersih dan sanitasi.

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dilaksanakan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bersama BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Progres pekerjaan dinilai cepat, mulai dari pondasi hingga pemasangan atap modular.

Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengapresiasi kualitas bangunan huntara tersebut. Ia menilai bahan yang digunakan tergolong premium dan layak huni. “Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat. Pekerjaannya juga sangat cepat,” ujar Budi.

Huntara di Aceh Tamiang direncanakan menampung sekitar 80 kepala keluarga. Kawasan ini terdiri atas tujuh blok bangunan modular hunian dan satu blok tambahan dengan kapasitas 12 kepala keluarga.

Setiap blok mampu menampung hingga 48 orang atau 12 kepala keluarga. Total daya tampung satu lokasi mencapai sekitar 336 orang. Seluruh kawasan huntara dilengkapi toilet komunal, instalasi listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.

Secara teknis, huntara dibangun dengan sistem bangunan modular berstruktur rangka baja ringan. Metode ini dipilih agar bangunan kuat dan cepat diselesaikan. Pekerjaan konstruksi meliputi pondasi, pemasangan rangka, dinding, atap baja ringan, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan.

Kementerian PU menargetkan pembangunan huntara di Gampong Bundar rampung pada akhir Januari 2026.

Berdasarkan data Kementerian PU per 28 Desember 2025, jumlah rumah rusak berat di tiga provinsi tersebut mencapai 47.149 unit. Dari total tersebut, sebanyak 29.542 unit ditangani melalui pembangunan hunian sementara, sementara 17.057 unit lainnya mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian.

Di Provinsi Aceh, jumlah rumah rusak berat tercatat sebanyak 38.169 unit. Pemerintah membangun 28.236 unit hunian sementara atau sekitar 74 persen dari total kerusakan. Sementara 9.996 unit lainnya dibantu melalui Dana Tunggu Hunian.

Di Sumatera Utara, dari total 6.322 unit rumah rusak berat, pembangunan hunian sementara mencakup 876 unit atau sekitar 14 persen. Dody mengatakan, sebanyak 4.833 unit lainnya memperoleh bantuan Dana Tunggu Hunian. Progres pembangunan terus didorong seiring kesiapan lahan dan logistik di lapangan.

Adapun di Sumatera Barat, tercatat 2.658 unit rumah rusak berat. Pemerintah merencanakan pembangunan 430 unit hunian sementara atau sekitar 16 persen, sementara 2.228 unit sisanya dibantu melalui Dana Tunggu Hunian.

Sumber: Tempo

Previous Post

Gempa Magnitudo 3.3 Guncang Gayo Lues

Next Post

Krak, Bos Gam Jumphoih Adan Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

Next Post
Krak, Bos Gam Jumphoih Adan Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

Krak, Bos Gam Jumphoih Adan Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dianggap Gagal Dan Minim Kepedulian : Bupati Diminta Evaluasi Kadis Pariwisata Dan Kadis Lingkungan Hidup

Dianggap Gagal Dan Minim Kepedulian : Bupati Diminta Evaluasi Kadis Pariwisata Dan Kadis Lingkungan Hidup

30/03/2026
Ohku, Seorang Remaja Meninggal Saat Snorkeling di Sabang

Ohku, Seorang Remaja Meninggal Saat Snorkeling di Sabang

30/03/2026
Trump Kecewa NATO Tak Bantu Perangi Iran: Jangan Lupakan Momen Ini!

Pejabat Iran Pilihan Trump Tantang AS: Kami Tunggu Kedatangan Amerika!

30/03/2026
Israel Larang Kardinal Masuk Gereja Makam Kudus untuk Misa Suci

Israel Larang Kardinal Masuk Gereja Makam Kudus untuk Misa Suci

30/03/2026
Darwati A Gani Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya

Darwati A Gani Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Hunian Sementara Korban Banjir Aceh Pakai Bahan Premium

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com