MEUREUDU – Mahasiswa lokal dan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan “Act – IO Care” serta menuntaskan rangkaian aksinya di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya (Pijay), Jumat (9/1/2026).
Aksi ini turut didukung oleh UPT Pusat Layanan Internasional (IO) UIN Ar-Raniry, Ar-Raniry Peduli, LAZNAS Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Aceh, dan Padebooks.
Tim relawan ini terdiri dari delapan mahasiswa lintas fakultas dan program studi (prodi), yakni Alya Rossa, Fatayatul Hanani S, Hilma Shabira Syifa, dan Ummu Aiman dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris (FTK). Kemudian Nora Hasrita dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (FDK), Nisolihin Kalong dari prodi Kesejahteraan Sosial (FDK), Farah Maharani Herfansa dari prodi Perbankan Syariah (FEBI), serta Putri Salsabila dari prodi Hukum Pidana Islam (FSH).
Selain mahasiswa lokal, tim juga didampingi oleh mahasiswa internasional, yaitu Ahmad Haziq Aqashah bin Jahya yang merupakan mahasiswa Ahmad Haziq Aqashah bin Jahya dari Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sekaligus Ketua PKPMI Aceh asal Malaysia, serta Saheed Hawee dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang merupakan perwakilan PMIPTI asal Patani-Thailand.
Direktur International Office (IO) UIN Ar-Raniry, Prof Saiful Akmal, yang turut mendampingi langsung di lapangan menjelaskan, sinergi lintas prodi dan negara ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial yang komprehensif bagi masyarakat terdampak bencana.
Pada bagian awal kegiatan ini tim fokus pada program ‘Sekolah Ceria’ di SDN 04 Meurah Dua serta pemberian paket bantuan bagi ibu hamil dan balita di Meunasah Geunteng. “Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa membagikan ‘Paket Harapan’ berupa perlengkapan sekolah serta penyaluran bantuan perlengkapan ibadah bagi masyarakat setempat,” jelas Prof Saiful.
Bantuan ini merupakan hasil donasi yang dikumpulkan bersama oleh Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia Di Indonesia (PKPMI Aceh), Warga dan Mahasiswa Diaspora Indonesia di Melbourne-Australia, Para dosen dari Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Udayana Bali yang difasilitasi oleh International Office UIN Ar-Raniry dan relawan Laznas Yakesma di Pidie Jaya serta relawan dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya.
Kehadiran tim gabungan mahasiswa ini juga mendapat apresiasi dari penduduk setempat.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa, baik yang dari Aceh maupun dari luar negeri, khususnya Malaysia dan Thailand yang telah hadir membantu kami. Kehadiran mereka membawa keceriaan tersendiri bagi anak-anak di sini,” ungkap salah seorang warga Desa Geunteng.
Para guru di SDN 04 Meurah Dua juga menambahkan, motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan setelah berinteraksi dengan para relawan mahasiswa selama kegiatan tersebut. “Dukungan dari para donatur dan mitra seperti UINAR Peduli, IOV, PKPMI, Yakesma, dan Yayasan Literasi Padebooks menjadi kunci suksesnya misi kemanusiaan ini,” tutup Prof Saiful.










