Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Huntara di Aceh Tamiang Dilengkapi Aluminium Foil untuk Redam Panas

redaksi by redaksi
21/01/2026
in Ekonomi
0
Huntara di Aceh Tamiang Dilengkapi Aluminium Foil untuk Redam Panas

Foto Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Dilengkapi Aluminium Foil untuk Redam Cuaca Panas(Dok. Kementerian PU) 09:19

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Hunian Sementara (Huntara) 2 bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Setiap unit huntara dilengkapi atap berlapis aluminium foil yang berfungsi untuk meredam panas akibat paparan sinar matahari.

Lapisan aluminium foil tersebut dirancang untuk memantulkan radiasi matahari sehingga suhu di dalam hunian tetap lebih sejuk, terutama pada siang hari.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan warga yang selama ini tinggal di tenda pengungsian, khususnya anak-anak, lansia, dan keluarga yang akan menjalani ibadah puasa.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Huntara 2 di Aceh Tamiang, Selasa (20/1/2026).

Ia mengatakan percepatan pembangunan hunian sementara dilakukan agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Yang terpenting masyarakat bisa masuk ke rumah, keluar dari tenda. Kita dorong percepatan pembangunan hunian-hunian sementara di beberapa tempat, agar warga bisa beribadah Ramadan dengan lebih aman dan tenang,” kata Dody, dikutip dari keterangan resmi.

Huntara 2 dibangun dengan konsep hunian sementara modular di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 13.248 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 3.780 meter persegi. Hunian tersebut terdiri atas 13 blok dan satu unit musala.

Huntara 2 diperuntukkan bagi 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa. Untuk mendukung sanitasi dan kesehatan lingkungan, disediakan 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi. Pembangunan Huntara 2 ditargetkan selesai sebelum bulan puasa atau paling lambat pertengahan Februari 2026.

Lokasi huntara dipilih di kawasan tengah kota Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilai lebih tertata serta dekat dengan fasilitas umum, seperti sekolah, sehingga dapat menunjang aktivitas warga selama masa transisi menuju hunian tetap. Selain di Aceh Tamiang, Kementerian PU juga mempercepat penanganan hunian sementara di wilayah terdampak lainnya di Aceh.

Di Kabupaten Bener Meriah, progres pembangunan huntara telah mencapai 5,32 persen. Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara masih dilakukan survei lokasi sebagai tahap awal pembangunan huntara.

Rp 8,2 Triliun untuk Perbaikan Rumah Rusak

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, total rumah yang mengalami kerusakan di tiga provinsi tersebut mencapai 238.783 unit.

Provinsi Aceh menempati posisi paling rentan dengan akumulasi kerusakan mencapai 208.693 unit, disusul oleh Sumatera Utara sebanyak 24.294 unit, dan Sumatera Barat dengan 5.796 unit. Kondisi ini menuntut alokasi dana pembangunan kembali rumah tinggal yang diperkirakan menyentuh angka Rp 8,2 triliun.

“Kita bisa mengkalkulasi, paling tidak diestimasi biaya pembangunan atau perbaikan rumah-rumah keluarga tersebut kurang lebih sekitar Rp 8,2 triliun,” ujar AHY, Kamis (15/01/2026).

Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini bergantung pada kecepatan mobilisasi logistik dan alat berat, serta sinergitas yang rigid antara pemerintah pusat dan daerah. Butuh Anggaran Rp 74 Triliun Dody memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan dan perbaikan infrastruktur Sumatera mencapai Rp 70 triliun hingga Rp 74 triliun.

Angka tersebut lebih besar dibanding estimasi awal sebesar Rp 51,8 triliun yang sebelumnya disampaikan AHY.

“Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp 70 triliun sampai Rp 74 triliun. Tapi sesuai aturan, kita mesti bikin rencana induk yang harus kita submit kepada Kepala Bappenas untuk direview, baru kemudian disetujui oleh Dewan Pengarah,” ujar Dody.

Ia menjelaskan, Dewan Pengarah tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), hingga kementerian terkait lainnya. Setelah rencana induk disetujui, barulah pemerintah mengajukan permintaan anggaran kepada Menteri Keuangan.

“Per hari ini surat sedang kita siapkan karena rencana induk sudah selesai,” kata Dody.

Dody menjelaskan, kenaikan kebutuhan anggaran dibanding estimasi awal disebabkan adanya tambahan pekerjaan, terutama pembangunan sabo dam atau check dam baru.

Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengendalikan aliran sedimen, kayu, dan material banjir dari wilayah hulu. “Kenapa nambah dari Rp 51 triliun? Karena ada tambahan pembangunan sabo dam baru. Apalagi jalan longsor kemarin di Gayo Luwes itu menjadi wake up alarm bagi saya untuk bikin beberapa sabo dam atau check dam sebelum air atau sedimen itu sampai ke Tamiang,” ujar dia.

Menurut Dody, rencana pembangunan sabo dam tersebar di beberapa provinsi terdampak. Di Sumatera Barat direncanakan sekitar 18 hingga 20 sabo dam, di Aceh sekitar 30 titik, serta di Sumatera Utara sekitar 20 titik.

Sumber: Kompas.com

 

Previous Post

DPP PPSKI Vakum, Munas Harus Dipercepat Demi Selamatkan Organisasi

Next Post

Menteri PU Percepat Bangun Huntara Warga Terdampak Bencana di Aceh

Next Post
Menteri PU Percepat Bangun Huntara Warga Terdampak Bencana di Aceh

Menteri PU Percepat Bangun Huntara Warga Terdampak Bencana di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Korban Bencana di Aceh Barat Sepakat Huni Huntara Setelah Idul Fitri

Korban Bencana di Aceh Barat Sepakat Huni Huntara Setelah Idul Fitri

22/03/2026
Warga Antusias Laksanakan Shalat Idul Fitri di Meunasah Leu Ue

Warga Antusias Laksanakan Shalat Idul Fitri di Meunasah Leu Ue

22/03/2026
Pemkab Pasang Jaringan Listrik di Rumah Warga Miskin di Woyla Barat

Pemkab Pasang Jaringan Listrik di Rumah Warga Miskin di Woyla Barat

22/03/2026
Krak, Prabowo Pastikan Pemulihan Pascabencana 100 Persen

Krak, Prabowo Pastikan Pemulihan Pascabencana 100 Persen

22/03/2026
Seorang Warga Binaan Rutan Banda Aceh Bebas Usai dapat Remisi

Seorang Warga Binaan Rutan Banda Aceh Bebas Usai dapat Remisi

22/03/2026

Terpopuler

Huntara di Aceh Tamiang Dilengkapi Aluminium Foil untuk Redam Panas

Huntara di Aceh Tamiang Dilengkapi Aluminium Foil untuk Redam Panas

21/01/2026

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diminta Tetap Waspada

Inggris Kutuk Iran usai Rudal Sasar Pangkalan AS di Samudera Hindia

Wabup Syukri Minta Pemudik Tidak Ngebut dan Ugal-ugalan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com