Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (76)

Admin1 by Admin1
13/04/2020
in Cerbung
0
Wasiet (65)

+++

SEKITAR pukul 07.30 WIB, satu unit mobil Dam Truk melintas di depan dayah. Mobil itu disupiri oleh Siwan, penghubung yang menjemput Teungku Fiah dan Mustafa. Siwan menjemput Teungku Fiah atas permintaan Lemha.

Teungku Fiah sendiri tidak pamit dengan Sakdiah. Demikian juga Mustafa. Ia tidak memberitahu istrinya bahwa mereka telah meninggalkan dayah.

Keputusan ini diambil usai berembuk dengan Waled dan beberapa petinggi lainnya. Waled sendiri sebenarnya berat hati melepas kepergian dua gerilyawan itu. Namun baik Mustafa dan Teungku Fiah, tak ingin ada korban lagi.

Mereka tak ingin teungku-teungku dayah di tempat mereka berteduh selama ini menjadi korban.

Dua guru dayah yang tertembak dini hari akan dimakamkan dalam komplek pesantren. Pemakaman akan dilangsungkan pada siang nanti.

Sementara beberapa guru dayah lainnya telah memindahkan keluarga Teungku Fiah dan Mustafa ke rumah penduduk di pedalaman Matang. Jaraknya satu kilometer dari komplek dayah. Itu adalah inisiatif dari Teungku Anwar, beberapa menit sebelum tentara republic memasuki komplek.

Mereka dilarikan melalui jalur belakang. Tiga hari kedepan, Waled berjanji akan mengantar ketiganya ke Dayah Tanoh Mirah yang juga berada di Bireuen.

Dayah Tanoh Mirah merupakan pesantren ternama di Bireuen. Dayah ini merupakan tempat Waled menuntut ilmu sebelum mendirikan dayah sendiri.

Pimpinan Dayah Tanoh Mirah juga pro pada gerakan pembebasan Aceh yang diinisiasi oleh tentara nanggroe.

“Aku pastikan mereka aman di sana. Percayakan keluarga kalian padaku,” ujar Waled pada Teungku Fiah dan Mustafa sebelum mereka berangkat.

Teungku Anwar sendiri menjadi korban pada malam itu. Teungku Anwar dan seorang guru dayah lainnya tertembak saat memeluk seorang santri dayah yang hendak memberontak pasca dikumpulkan secara massal.

Aktivitas pesantren yang dipimpin oleh Waled akan diliburkan selama satu pekan sebagai bentuk dukacita. Sedangkan para santri dibiarkan pulang ke rumah untuk sementara waktu.

“Ini takdir tuhan, kalian tak perlu merasa bersalah,” kata Waled saat melepas kepergian Teungku Fiah.

Waled terlihat teduh. Ia berulangkali menyemengati Teungku Fiah dan Mustafa yang selama di dayahnya juga mengajar para santri. Ilmu agama yang diperoleh oleh Teungku Fiah dan Mustafa sebelum bergabung dengan tentara nanggroe, ternyata cukup dalam. Hal ini pula yang membuat Waled menaruh hormat pada keduanya.

“Aku turut berduka teungku. Maaf kemarin-kemarin aku tak menjemput Anda berdua. Suasana di Simpang Ulim sedang memanas. Ada penggantian di tiap pos tentara republic. Ini membuatkanku sulit bergerak,” kata Siwan saat Teungku Fiah dan Mustafa masuk ke Dam Truk yang disewanya.

“Pasukan Lemha kini berada di pedalaman Panton Labu. Makanya kita perlu Dam Truk ini untuk masuk ke sana. Senjata taruh aja di belakang kursi,” ujar Siwan lagi.

Keduanya menuruti permintaan Siwan. Teungku Fiah lebih banyak diam selama perjalanan.

Teungku Fiah tak menyangka bahwa keberadaan mereka di dayah Waled ternyata tercium oleh cuak. Imbasnya, dua guru dayah menuai ajal.

“Aku percaya sepenuhnya padamu Wan. Aku siap dalam keadaan apapun. Darahku sedang mendidih,” ujar Teungku Fiah.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Wali Kota Imbau Warkop Terapkan Physical Distancing

Next Post

Ogah Dicap Omdo, Jokowi Minta Semua Bantuan Segera Disalurkan

Next Post

Ogah Dicap Omdo, Jokowi Minta Semua Bantuan Segera Disalurkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ASDP Indonesia Ferry Didesak Segera Benahi Sistem Penjualan Tiket Kapal Lamban

ASDP Indonesia Ferry Didesak Segera Benahi Sistem Penjualan Tiket Kapal Lamban

27/06/2026
Tiga Pelaku Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan Anak di Aceh Tengah Ditangkap

Tiga Pelaku Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan Anak di Aceh Tengah Ditangkap

27/06/2026
Pria di Aceh Jaya Serahkan Diri Usai Bacok Penderes Getah hingga Tewas

Oknum ASN Pengguna Sabu di Aceh Barat Diberhentikan Sementara

27/06/2026
Dosen FKIP USK Gelar Pelatihan Speaking Lewat Short Reels 60 Detik bagi Anak-anak

Dosen FKIP USK Gelar Pelatihan Speaking Lewat Short Reels 60 Detik bagi Anak-anak

27/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi Kasus Tempat Cuci Tangan Divonis Bebas

27/06/2026

Terpopuler

Wasiet (65)

Wasiet (76)

13/04/2020

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

Tokoh Gayo Serta Lia Minta Menteri PU Segera Ganti Plt Kepala BPJN Aceh

Brgijen Ruddi Setiawan Diangkat Jadi Kapolda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com