Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pemkab Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Selama Tujuh Hari

redaksi by redaksi
19/02/2026
in Lintas Timur
0
Pemkab Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Selama Tujuh Hari

Bupati Armia Fahmi memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan petugas gabungan terkait perpanjang masa darurat bencana di Aceh Tamiang, Rabu (18/2/2026). (ANTARA/Dede Harison)

Tamiang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang kembali memperpanjang masa status tanggap darurat bencana selama tujuh hari kedepan guna melanjutkan penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

“Hasil rapat tadi memutuskan masa tanggap darurat diperpanjang tujuh hari. Forkopimda sudah setuju karena memang masih ada beberapa titik yang kondisinya parah,” kata Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, di Aceh Tamiang, Rabu.

Keputusan perpanjangan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda mengingat kondisi di sejumlah titik dinilai masih memprihatinkan.

Farij menjelaskan, perpanjangan status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/211/2026 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sejumlah wilayah yang masih memerlukan penanganan intensif antara lain sejumlah titik di Kecamatan Rantau, kawasan Simpang, hingga Karang Baru. Dampak kerusakan di lokasi tersebut dilaporkan cukup parah sehingga memerlukan perhatian khusus.

Menurut Farij, perpanjangan status ini berimplikasi pada mobilisasi alat berat yang akan difokuskan ke desa-desa terisolasi atau yang mengalami kerusakan infrastruktur berat. Langkah tersebut bertujuan memastikan akses warga pulih sebelum memasuki tahapan rehabilitasi.

Ia menegaskan, saat ini Aceh Tamiang belum memasuki tahap transisi pemulihan sepenuhnya. Fokus utama dalam satu pekan ke depan tetap pada penanganan darurat di lapangan.

“Belum ke transisi pemulihan. Statusnya masih diperpanjang tujuh hari untuk tanggap darurat. Setelah ini baru kita bicara soal rehabilitasi,” ujarnya.

Selain fokus pada penanganan darurat, Pemkab Aceh Tamiang juga tengah bersiap menyambut kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk meninjau kondisi terkini di lokasi terdampak.

“Pak Mendagri dijadwalkan datang ke Aceh Tamiang untuk meninjau percepatan pemulihan bencana dan buka puasa bersama warga penyintas di lokasi hunian sementara (huntara),” demikian Farij.

Sebagai informasi, dalam rangka membantu penanganan tanggap darurat hingga pemulihan di Aceh Tamiang dan Aceh secata keseluruhan, Kementerian PU telah mengerahkan hingga ratusan alat berat.

Tercatat, hingga 28 Desember 2025, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memobilisasi 36 alat berat dan 66 unit dump truck yang tersebar di sejumlah lokasi prioritas di Aceh Tamiang.

Sebaran alat berat berupa excavator, dozer, loader, grader, beco loader, serta dump truck tersebut difokuskan pada percepatan pembersihan material banjir dan longsoran, pemulihan akses jalan, serta penanganan fasilitas publik.

Secara keseluruhan untuk semua daerah terdampak bencana Aceh, Kementerian PU telah memobilisasi 821 unit alat berat yang terdiri dari 216 unit alat berat milik Kementerian PU dan 605 unit dukungan mitra BUMN Karya.

Sumber: antara

Previous Post

UMY Rescue Tutup Misi Tanggap Bencana di Aceh

Next Post

Bupati Aceh Barat Resmikan Jembatan Gantung Tungkop, Akses Antar Desa Kini Lancar

Next Post
Bupati Aceh Barat Resmikan Jembatan Gantung Tungkop, Akses Antar Desa Kini Lancar

Bupati Aceh Barat Resmikan Jembatan Gantung Tungkop, Akses Antar Desa Kini Lancar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026
Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

19/09/2026
Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

19/09/2026
Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

19/09/2026
Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

19/09/2026

Terpopuler

Pemkab Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Selama Tujuh Hari

Pemkab Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Selama Tujuh Hari

19/02/2026

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com