Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mahasiswa Demo Desak Transparansi Pengelolaan Anggaran Bencana

redaksi by redaksi
03/03/2026
in Nanggroe
0
Mahasiswa Demo Desak Transparansi Pengelolaan Anggaran Bencana

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi damai menuntut transparansi pengelolaan anggaran bencana Aceh, di kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan anak muda pembela tanah Aceh (Gempata) melakukan aksi damai menuntut pemerintah Aceh atau Satgas penanganan bencana untuk transparan terhadap pengelolaan dana kebencanaan, termasuk soal dana transfer ke daerah (TKD).

“Kita menuntut pemerintah Aceh membuka secara transparan dokumen pelaksanaan bencana, mulai dari Perencanaan hingga realisasinya,” kata Koordinator Lapangan, Syahputra Ariga, di Banda Aceh, Senin.

Dalam aksi yang berlangsung di depan kantor Gubernur Aceh itu, masa membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan pemerintah harus bekerja untuk rakyat, serta mempertanyakan realisasi dana TKD Rp1,6 triliun yang telah dikembalikan pemerintah pusat.

Syahputra mengatakan, tuntutan utama mereka dalam aksi ini untuk menanyakan kejelasan realisasi penggunaan dana BTT dan TKD yang telah ditransfer pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Tetapi, belum diketahui penggunaannya.

“Kita pertanyakan kejelasan realisasinya apakah telah sesuai dengan apa yang diperuntukkan atau belum,” ujarnya.

Hari ini, kata dia, di lapangan belum terlihat adanya hasil dari pelaksanaan dana BTT maupun TKD terhadap masyarakat terdampak bencana Aceh, artinya masih ada persoalan yang harus diperbaiki.

Karena itu, lanjut Syahputra, pihaknya mendesak pemerintah Aceh dapat memperbaiki pola penanganan dan pendekatan kepada korban bencana. Orientasi yang diharapkan adalah segala kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Dirinya mengakui bahwa pemerintah pusat telah memberikan bantuan besar untuk penanganan kebutuhan mendasar bencana Aceh, tetapi kenapa belum benar-benar terpenuhi.

Maka dari itu, tambah dia, mereka meminta pemerintah Aceh membuka dan menjelaskan secara langsung bagaimana pola pendistribusian, siapa penerima dan pelaksanaannya di lapangan, apakah sudah sesuai dengan aturan atau belum.

“Kita ingin transparansinya, bagaimana pola penggunaannya, untuk apa dan bukti realisasi yang telah disalurkan di lapangan itu bagaimana,” tegasnya.

Tak hanya soal TKD massa juga meminta pemerintah Aceh membuka nama-nama relawan yang direkrut dan diberi makan dan uang lelah secara transparan, membuka dokumen belanja 650 ribu ton logistik dengan lengkap.

“Kita juga menuntut Polda Aceh segera tunaikan kewajiban sebagai APH untuk dapat memproses dugaan korupsi pada penanganan bencana hidrometeorologi 2025,” kata Syahputra.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), M Syahril saat menemui massa menjelaskan bahwa logistik masih ada sekitar 300 ton lagi di gudang BPBA. Dan, sesuai dengan permintaan daerah, telah dikirim ke Huntara.

Tetapi, lanjut dia, khusus terkait dana yang di transfer dari pemerintah pusat untuk daerah seperti tuntutan massa, belum dapat dijelaskan, maka dari itu harus disampaikan ke pimpinan terlebih dahulu.

Namun, sejauh ini pemerintah Aceh sudah menyiapkan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) Aceh, dan ini dapat diakses atau terbuka kepada masyarakat.

“Terkait perencanaan rehab-rekon nanti, itu sudah dapat diakses oleh masyarakat melalui portal pemerintah Aceh,” demikian M Syahril.

Sumber: antara

 

Previous Post

Polisi WH Aceh Barat Tegur Pedagang Jual Makanan Sebelum Waktunya

Next Post

Pansus DPRK Aceh Timur Audiensi ke Komisi 1 DPRA, Bahas Konflik HGU di Aceh Timur dengan Masyarakat

Next Post
Pansus DPRK Aceh Timur Audiensi ke Komisi 1 DPRA, Bahas Konflik HGU di Aceh Timur dengan Masyarakat

Pansus DPRK Aceh Timur Audiensi ke Komisi 1 DPRA, Bahas Konflik HGU di Aceh Timur dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

Audit LKPD 2025, Mualem Tegaskan Komitmen Transparansi APBD

04/04/2026
30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

30 Murid SMA Matangkuli Lulus SNBP, Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

04/04/2026
PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

PDAM Tirta Mountala Tindak Pelanggan Menunggak Iuran

04/04/2026
Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

Pemkab Aceh Barat Dampingi Seleksi Pekerja PT Cipta Kridatama, Prioritaskan Putra Daerah

04/04/2026
Syech Muharram Dorong Kepala Sekolah Terus Berinovasi

Syech Muharram Dorong Kepala Sekolah Terus Berinovasi

04/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com