Mereudu – Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I.) bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) membangun dua unit sumur bor untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.
Ketua Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia, Dr. Al Halim, S.H., M.Kn., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang di Aceh.
“Pembangunan sumur bor ini adalah wujud kepedulian kami dari Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Wedy Asmara, S.H., Sp.N. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen sosial organisasi dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
“Sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana pembuatan sumur bor, Ahadi Zulfikar, S.H., M.Kn., yang juga merupakan putra daerah Aceh, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tahap pertama dilakukan di dua titik di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
“Ini merupakan tahap awal. Ke depan, kami berencana melanjutkan pembangunan di titik-titik lain yang terdampak langsung bencana banjir bandang di Aceh,” jelasnya.
Melalui program ini, diharapkan kehadiran sumur bor dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan akses air bersih yang layak.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana pembuatan sumur bor, Ahadi Zulfikar, S.H., M.Kn., yang juga merupakan putra daerah Aceh, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tahap pertama dilakukan di dua titik di Desa Manyang Cut dan Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.









