Meulaboh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, melakukan kunjungan silaturahmi dan kemanusiaan ke kediaman Abu Bakar, yang akrab dipanggil Ngoh Baka, seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Kecamatan Arongan Lambalek, pada Jumat (20/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap sesama, terlebih di momentum yang penuh makna seperti menyambut Idul Fitri, di mana nilai-nilai kasih sayang, tolong-menolong, dan pengampunan sangat ditekankan. Ngoh Baka saat ini terbaring lemah di tempat tidur akibat penyakit parah yang telah lama dideritanya, membuat kunjungan Bupati terasa lebih bermakna secara emosional dan sosial.
Tarmizi menjelaskan bahwa Ngoh Baka adalah salah seorang mantan kombatan GAM yang terlibat dalam proses perdamaian berdasarkan MoU Helsinki, sebuah kesepakatan bersejarah yang mengakhiri konflik bersenjata di Aceh. Sebagai sesama anak Aceh, Tarmizi mengungkapkan rasa kepeduliannya yang mendalam terhadap kondisi kesehatan Ngoh Baka, yang sebelumnya juga pernah mendapatkan bantuan untuk pengobatan saat Tarmizi masih menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
“Saat saya di DPRA, saya juga sering membantu beliau untuk berobat ke rumah sakit. Beliau ini ada riwayat penyakit jantung dan sudah pernah beberapa kali pasang ring,” ujarnya dengan nada penuh empati.
Selain memberikan dukungan moril dan semangat agar Ngoh Baka tetap tabah menghadapi ujian kesehatan yang dialaminya, Tarmizi turut menyerahkan bantuan atau santunan secara simbolis selama kunjungannya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga di tengah proses perawatan yang panjang. Tarmizi menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan, terutama terhadap mereka yang pernah menjadi bagian dari sejarah perjuangan dan perdamaian di Aceh.
“Saya datang hari ini untuk menyemangati beliau, karena malam takbiran adalah malam yang sangat sedih bagi orang yang sedang sakit,” kata Tarmizi, menggambarkan betapa pentingnya kehadiran doa dan dukungan dari lingkungan sekitar. Baginya, momen Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang refleksi, empati, dan perhatian terhadap sesama, terlebih bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Oleh karena itu, Tarmizi mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Ngoh Baka, agar ia dapat kembali pulih, sehat, dan kuat seperti sedia kala. Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan ini juga mencerminkan upaya memperkuat rekonsiliasi dan harmoni sosial pasca-konflik, di mana mantan kombatan bukan dilupakan, tetapi tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Kehadiran Bupati di tengah keluarga yang sedang mengalami kesulitan menjadi simbol bahwa perdamaian harus dijaga dengan tindakan nyata yang penuh kemanusiaan.










