Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat secara resmi menunjuk Wahyu Rovaldi, SSTP, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Husni.
Penetapan ini didasarkan pada Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor 800.1.11.1/28/2026 dan secara langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, di ruang kerjanya pada Senin (30/3/2026). Rotasi jabatan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan efisiensi dalam penyusunan serta pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang lebih strategis dan terintegrasi.
Dalam arahan yang disampaikan usai penyerahan surat tugas, Said Fadheil menekankan pentingnya semangat baru dalam tubuh Bapperida untuk mendorong percepatan kinerja perencanaan pembangunan.
“Saya berharap spirit kerja semakin ditingkatkan, lebih kencang, dan lebih fokus pada pencapaian target,” ujar Said. Ia menilai bahwa peran Bapperida sangat sentral dalam menentukan arah kebijakan pembangunan jangka menengah dan pendek daerah, terutama dalam menyusun program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta selaras dengan visi pemerintah daerah. Dengan pengalaman Wahyu Rovaldi di bidang pemerintahan dan kebijakan publik, diharapkan ia mampu membawa inovasi dalam proses perencanaan yang lebih partisipatif dan berbasis data.
Wakil Bupati juga memberikan penekanan khusus kepada Plt Sekretaris Daerah dan para asisten untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Ia mencatat bahwa sejumlah program strategis masih menunjukkan progres yang rendah, sehingga memerlukan percepatan dan koordinasi lintas sektor yang lebih intensif.
“Masih banyak PR yang harus dituntaskan. Saya minta koordinasi diperkuat agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Keterlambatan dalam pelaksanaan program tidak hanya berdampak pada efektivitas anggaran, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Pergantian jabatan Plt Kepala Bapperida dilihat sebagai momentum penting untuk memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan di Aceh Barat. Bapperida tidak hanya bertugas menyusun dokumen perencanaan, tetapi juga berperan sebagai pengendali dan penggerak utama dalam implementasi program pembangunan daerah. Dengan adanya penunjukan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara perencanaan dan pelaksanaan, serta peningkatan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Fokus akan diberikan pada program prioritas seperti peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta penguatan kapasitas ekonomi lokal.
Penunjukan Wahyu Rovaldi sebagai Plt Kepala Bapperida diharapkan dapat menjadi pemicu transformasi dalam birokrasi perencanaan di Aceh Barat. Said Fadheil menutup arahannya dengan menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan komitmen tinggi dari segenap jajaran pimpinan daerah.
“Penunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh,” katanya.
Dengan koordinasi yang solid dan komitmen kolektif, pembangunan di Aceh Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat setempat.










