Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menyurati Gubernur Aceh terkait imbauan siaga bencana hidrometeorologi karena diperkirakan terjadi hujan lebat di 23 kabupaten/kota se Aceh.
“Imbauan agar masyarakat tetap waspada. Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” kata Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, di Banda Aceh, Jumat.
BMKG memprediksi, hujan sedang hingga lebat di Aceh terjadi selama dua periode mulai 11-15 April 2026 dan pada 16-20 April 2026. Bahkan, 10 daerah diguyur selama dua masa tersebut.
Dalam surat BMKG nomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, Jumat (10/4) tersebut, disampaikan bahwa saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
Dedi menyampaikan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3000 feet, terdapat adanya potensi belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah provinsi Aceh.
Kondisi ini, kata dia, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi tersebut dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Aceh.
Karena itu, pihaknya menyampaikan informasi ini agar dapat bersiaga adanya bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
“Kondisi ini dapat menyebabkan bencana Angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya,” ujar Dedi.
Wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat sejak 11-15 April 2026 terjadi di 23 kabupaten/kota se Aceh. Sedangkan yang terus diguyur hingga periode kedua 16-20 April 2026 sebanyak 10 daerah.
Adapun 10 daerah yang diprediksi bakal dilanda hujan lebat dalam dua periode tersebut yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Kota Subulussalam.









