Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bekerjasama dengan TNI AU Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) menghadirkan gerakan pangan murah bersubsidi untuk masyarakat di ibu kota provinsi Aceh itu.
“Alhamdulillah hari ini berkolaborasi dengan TNI AU menghadirkan pasar murah yang disubsidi pemerintah, dan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Sabtu.
Pelaksanaan pasar murah tersebut bagian dari kegiatan Seulawah Dirgantara for Humanity dalam rangka HUT TNI AU ke 8, serta rangkaian menyambut HUT Kota Banda Aceh ke 821 tahun.
Gerakan pangan murah yang berlangsung di Taman Bustanussalatin (taman dari) Banda Aceh itu, Sabtu (11/4), menghadirkan lima ton beras premium, dua ribu liter minyak goreng, dua ton gula pasir dan 1.000 papan telur ayam.
Sembako tersebut kemudian dibungkus dalam 1.000 paket, masing-masing berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng dua liter, gula dua kilogram, dan telur satu papan.
Kemudian, pemerintah memberikan subsidi harga sebesar Rp50 per paketnya. Artinya, dari harga normal Rp225 ribu, maka masyarakat bisa mendapatkan pangan tersebut lebih murah seharga Rp175 ribu per paket.
Illiza mengatakan, pasar murah dengan subsidi dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi, pascabencana bencana banjir, Aceh khususnya Banda Aceh sempat mengalami inflasi meskipun kini mulai menurun.
“Alhamdulillah, dengan pasar murah ini kita dapat membantu masyarakat, karena subsidinya sekitar 50 ribu per paket. Insya Allah ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi upaya mengendalikan inflasi,” ujar Illiza.
Sementara itu, Komandan Lanud SIM, Kolonel Pnb Suryo Anggoro mengatakan, pelaksanaan gerakan pangan murah ini pada dasarnya kegiatan sosial yang mendapatkan dukungan kolaborasi dari Pemerintah Banda Aceh yang menyiapkan 1.000 paket sembako bersubsidi.
“Luar biasa supportnya dari Pemko Banda Aceh, antusias masyarakat sangat tinggi, mereka mengantri dari pagi, Insya Allah ini sangat bermanfaat,” katanya
Ia menambahkan, kegiatan sosial TNI AU tidak akan berhenti sampai disini atau pada momen hari ulang tahun saja, melainkan terus berkelanjutan, terutama membantu pemerintah mengatasi kesulitan rakyat.
“Insya Allah kegiatan ini tidak berhenti pada HUT TNI AU saja, terus berkelanjutan untuk membantu pemerintah mengatasi kesulitan rakyat, dalam ini upaya pengendalian inflasi,” demikian Kolonel Pnb Suryo Anggoro.









