BIREUEN – Sebanyak dua ratusan santri putra Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen, mengikuti sharing literasi yang disampaikan oleh Riza Mulia, di aula pesantren setempat, Ahad malam, (12/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya berjamaah itu bertujuan untuk memantik minat membaca dan terutama menulis bagi para santri.
Bidang bahasa Pesantren Modern Al Zahrah, Ust Fajri, mengatakan, setiap malam Senin para santri memiliki kesempatan untuk mendapatkan insight baru yang disampaikan oleh para ustaz dari kalangan pesantren Al Zahrah.
“Malam ini kita mencoba penguatan kembali tentang minat menulis untuk para santri, agar mereka nantinya telaten dan produktif menghasilkan karya. Apalagi kita sedang berupaya menumbuhkan semangat literasi di Pesantren Modern Al Zahrah ini,” ungkapnya.
Dalam kesampatan itu penyampai materi literasi, Riza Mulia mengawali sharing tersebut mengutip surat Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5.
Ia menerangkan di hadapan para santri bahwa, aktifitas membaca dan menulis merupakan perintah langit. Hal pokok pertama yang diperintahkan oleh Allah kepada nabi Muhammad adalah perintah membaca. Itu sebagai bukti bahwa membaca adalah suatu keniscayaan bagi umat manusia.
“Begitu pula perintah menulis, di surat Al-‘Alaq ayat 5 sangat jelas disebutkan bahwa Allah Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Artinya, di dalam Tafsir ditegaskan, Allah mengawali dakwah Islam dengan seruan dan ajakan untuk membaca dan menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar,” papar Riza.
Riza menyebutkan ada aktiftas penting yang harus dilakukan sebelum menulis, yaitu membaca. Ia menganalogikan, bahwa sebuah teko yang tidak berisi apa-apa tidak mungkin bisa dituang isi ke dalam gelas. Oleh karenanya, menurutnya membaca adalah hal prinsip dan penting agar terkumpulkan berbagai informasi, wawasan dan ilmu pengetahuan secara luas.
Tips menumbuhkan minta baca
Tentu saja aktifitas membaca menjadi hal yang sulit bagi orang-orang yang tidak pernah memulai. Riza membagikan pengalamannya, ia menumbuhkan rasa ingin tahu dengan membaca buku dengan judul-judul yang nyentrik. Di antara buku-buku berjudul: Orang Bodoh Lebih Cepat Sukses karya I Nyoman Londern dan Dodi Mawardi, Kaya Tanpa Bekerja karya Safak Muhammad, Membaca Pikiran seperti Membaca Buku karya Gerald I. Nierenberg dan Hendry H. Calero.
Peraih penghargaan Banda Aceh Award 2016 itu juga mengutip beberapa ungkapan pembakar semangat yang disampaikan di hadapan santri. Seperti yang dikatakan oleh salah seorang sastrawan Indonesia, Pramoediya Ananta Toer, orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Lebih mengena lagi tokoh pemikir Islam, Sayyid Qutub, Riza mengutip, “Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, namun satu tulisan dapat menembus ribuan bahkan jutaan kepala.”
Di akhir sesi sharing literasi itu Riza juga menyampaikan pesan hujjatul Islam, Imam Al Ghazali, yakni “Jika engkau bukan anak raja, bukan pula anak ulama, maka menulislah!”
Kegiatan diakhiri dengan pemberian tugas menulis bagi seluruh santri putra yang berhadir sebagai refleksi dari mengikuti sharing litersasi tersebut.
“Tuliskan tulisan tentang mimpi kalian sepuluh tahun akan datang di selembar kertas, lalu kumpulkan pada hari Rabu mendatang,” imbau Riza.










