Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Bahasa Aceh Dinilai Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

redaksi by redaksi
05/05/2026
in Lintas Timur
0
Bahasa Aceh Dinilai Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

JANTHO — Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menegaskan pentingnya menjaga bahasa Aceh sebagai identitas utama masyarakat Aceh yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Syech Muharram mengingatkan, bahasa Aceh bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri yang harus dijaga lintas generasi.

“Bahasa Aceh merupakan bahasa khas kita yang menjadi identitas kita sebagai orang Aceh. Apabila bahasa Aceh itu hilang, maka kita merupakan generasi yang gagal karena tidak mampu menjaga identitas yang kini mulai tergerus,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Seminar Meuseuraya Adat di Aula Kebidanan Poltekkes Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan adanya pergeseran penggunaan bahasa dari generasi ke generasi. Menurutnya, generasi pertama yakni para nenek terdahulu hanya menggunakan bahasa Aceh. Generasi kedua, yakni orang tua, umumnya menggunakan bahasa Aceh dan memahami bahasa Indonesia, meskipun belum fasih berdialog. Sementara generasi ketiga saat ini sudah mampu menggunakan kedua bahasa tersebut.

Namun, kondisi yang terjadi pada generasi anak-anak saat ini justru berbanding terbalik.

“Anak-anak kita sekarang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dan hanya memahami bahasa Aceh, namun tidak mampu berdialog. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Aceh Besar mengungkapkan bahwa Pemkab Aceh Besar saat ini merencanakan program penggunaan bahasa Aceh selama tiga hari di sekolah sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.

“Kita berharap, dengan adanya program penggunaan bahasa Aceh di sekolah nantinya anak-anak kita dapat menggunakan bahasa Aceh dan terus melestarikannya,” tuturnya.

Selain persoalan bahasa, Bupati Syech Muharram juga menyoroti masih adanya kesalahan dalam penerapan hukum syariat dan hukum adat di tengah masyarakat, seperti dalam praktik gadai-menggadai. Ia berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara mendalam dalam forum-forum adat.

Syech Muharram juga menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan beut kitab di tingkat kecamatan yang diikuti oleh para pengambil keputusan di tingkat gampong dan mukim.

“Dengan pemahaman yang baik, maka pageu gampong dapat kita wujudkan di setiap desa untuk menjaga masyarakat dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Aceh Besar mengingatkan pentingnya menjaga budaya Aceh, termasuk berbagai pantangan yang diwariskan oleh para leluhur sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Penting bagi kita untuk mewariskan nilai-nilai ini kepada generasi penerus agar mereka tidak salah dalam mengambil sikap terhadap berbagai persoalan,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan identitas masyarakat Aceh Besar sebagai generasi yang kuat dalam adat dan budaya, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah daerah.

“Kami ingin mengembalikan identitas generasi yang tangguh dalam adat budaya Aceh. Kami mohon dukungan dari semua pihak terhadap apa yang direncanakan dan dijalankan oleh Pemerintah Aceh Besar,” pungkasnya.

Previous Post

Cegah Pencurian Berulang, Pemko Banda Aceh Akan Pasang CCTV di Underpass Beurawe

Next Post

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara di Aceh

Next Post
Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara di Aceh

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

06/05/2026
Sosialisasi MKM FK USK  Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan  Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

Sosialisasi MKM FK USK Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

06/05/2026
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

06/05/2026
Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026
Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

06/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

Bahasa Aceh Dinilai Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com