Tamiang – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyerahkan bantuan sebanyak 11 unit mobil ambulans dan enam unit mesin genset kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai upaya penguatan atau pemulihan layanan kesehatan pascabencana di daerah setempat.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaluddin di Aceh Tamiang, Senin, menyatakan bahwa bantuan yang dihimpun melalui skema CSR dan dana pusat ini bertujuan untuk memulihkan derajat kesehatan masyarakat yang terdampak bencana.
“Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyisakan masalah kesehatan yang serius. Kami berharap kendaraan operasional serta bantuan genset ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat,” kata Agus Jamaluddin.
Dirinya menekankan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga pada pemeliharaan sarana agar fungsi layanan publik tetap optimal dalam jangka panjang.
Kemenkes mendorong rumah sakit dan puskesmas di Aceh Tamiang untuk segera mempercepat progres klaim layanan kesehatan darurat bencana. Apalagi menurutnya, respons administratif saat ini masih lambat meski regulasi dan anggaran sudah tersedia.
“Uangnya ada, namun responnya masih rendah. Kami meminta RSUD Muda Sedia dan puskesmas segera mengajukan klaim. Kendala klasik seperti kehilangan KTP warga terdampak seharusnya bisa diatasi dengan surat keterangan dari tingkat desa sesuai petunjuk teknis yang ada,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan, kepada tim kesehatan dapat membangun manajemen bencana yang lebih tangguh melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat atau Emergency Medical Team (EMT).
“Kemenkes komit memberikan pelatihan manajemen bencana agar pusat komando (HEOC) dapat berjalan efektif saat krisis terjadi,” kata Agus.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail mengapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pekerjaan Umum atas respon cepat terhadap kebutuhan mendesak di daerahnya.
“Banjir yang melanda beberapa waktu lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi melumpuhkan akses kesehatan primer. Bantuan ini adalah harapan baru bagi kami untuk bangkit kembali,” kata Ismail.
Karena itu, dirinya menginstruksikan kepada instansi penerima manfaat untuk menjaga bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Diharapkan, normalisasi pascabencana ini mendapat dukungan berkelanjutan agar fasilitas kesehatan memiliki ketahanan yang lebih baik di masa depan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr Mustakim melaporkan bahwa dari total 11 unit ambulans, 10 unit didistribusikan untuk puskesmas yang terdampak banjir, termasuk enam unit mesin pembangkit listrik (genset). Sedangkan satu unit lagi diserahkan kepada RSUD Muda Sedia.
“Terdapat 12 puskesmas yang terdampak banjir. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenkes agar seluruh titik layanan kesehatan dapat tercaver secara optimal sesuai arahan Presiden,” demikian dr Mustakim.











