Lhoksukon — Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry melatih 87 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pengelola perpustakaan sekolah dari Aceh Utara, Bireuen, dan Lhokseumawe melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 8 hingga 11 Mei 2026 merupakan kerja sama Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Aceh Utara dan Prori Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pelatihan tersebut merupakan gelombang keenam dari program penguatan kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah yang telah berlangsung secara berkelanjutan di Aceh Utara.
Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin MLIS, mengatakan perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung kualitas pendidikan karena menjadi pusat sumber belajar bagi guru dan peserta didik.
“Tidak mungkin sebuah lembaga pendidikan berjalan optimal tanpa sumber belajar yang memadai. Perpustakaan harus dikelola secara profesional agar mampu mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui pelatihan tersebut peserta diharapkan mampu membangun paradigma baru dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, dari sekadar ruang penyimpanan buku menjadi pusat sumber belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait standar pengelolaan perpustakaan, pengembangan koleksi, katalogisasi, klasifikasi bahan pustaka, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan perpustakaan.
Pada sesi praktik, peserta juga diperkenalkan dengan sistem otomasi perpustakaan berbasis aplikasi sebagai bagian dari transformasi pengelolaan dari sistem manual menuju digital.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Aceh Utara, Drs H Munzir MPd mengapresiasi peran UIN Ar-Raniry yang konsisten mendukung peningkatan kapasitas guru melalui program pelatihan berbasis kompetensi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan guru yang nantinya mendapat amanah tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah.
“Ini merupakan terobosan yang sangat baik karena memberi peluang kepada guru, baik ASN maupun non-ASN, untuk memiliki kompetensi tambahan yang diakui secara profesional,” katanya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dosen, pustakawan, dan alumni Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry yang tergabung dalam Aceh Library Consultant (ALC), di antaranya Mukhtaruddin MLIS, Nazaruddin MLIS PhD, Abdul Manar MHum, Arkin SIP, serta Wandi Syahputra SIP. [ ]











