BIREUEN – Atmosfer Pesantren Modern Al Zahrah terasa berbeda pada Selasa pagi (12/5/2026).
Bukan saja karena gemuruh antusias para pendamping (official) yang sudah tidak sabar menyaksikan penampilan peserta didik masing-masing di ajang Al Zahrah Sports and Arts Competition (ASAC) 2026 se-Aceh, tetapi juga kehadiran sosok legenda sepakbola yang membakar semangat 314 peserta yang akan bertanding dalam tujuh hari ke depan.
Sang legendaris itu adalah Bakhtiar Juli, yakni atlet bola yang pernah bergabung Timnas Indonesia U 50 dan beraksi di World Championship Walking Football 2022 di Florence, Italia tahun 2022 lalu.
Di aula pesantren Al Zahrah, Bakhtiar hadir tidak hanya mewakili kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen untuk membuka ASAC se-Aceh, namun juga atlit motivator bagi generasi remaja yang mengikuti kompetisi olahraga dan seni di Al Zahrah.
“Salam olahraga!” sapa mantan pemain Pupuk Kaltim Galatama (Bontang FC) itu mengawali sambutan di podium.
“Jaya..! jaya..! jaya..!” serentak tiga ratusan peserta menjawab.
Di hadapan tiga ratusan peserta yang berhadir Bakhtiar menyampaikan tentang pentingnya modal disiplin sebagai kunci sukses dalam kehidupan. Tambahnya, olahraga adalah salah satu wahana pembentukan disiplin yang baik.
“Olahraga tidak hanya untuk sehat, tetapi membentuk disiplin,” sebut sang pembawa Obor Api PON XXI di Kota Juang tahun 2024 lalu itu.
Ia menjelaskan disiplin tidak hanya dibutuhkan dalam lapangan, justru di luar itu lebih ditekankan lagi, seperti disiplin bangun pagi, salat lima waktu, dan disiplin dalam segala aktivitas lain.
Adapun dalam konteks pertandingan Bakhtiar juga meneguhkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dengan lawan, sekalipun kalah perlu adanya keberanian untuk mengaku dan menerimanya dengan lapang dada.
“Dalam permainan bola hanya 90 menit menjadi lawan, dan setelah itu selamanya menjadi kawan,” pesannya.
Sementara itu, pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk.H.M.Fadhil Rahmi,Lc.,M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa lebih dari sekadar pertandingan ASAC adalah ajang pererat persatuan antar sesama santri atau siswa.
“Selamat bertanding dan bersaing dengan sehat dan fair,” imbuhnya.
Pembukaan Al Zahrah Sports and Arts Competition dilakukan oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireun, Bakhtiar Juli dengan memukul drum.
Prosesi tersebut turut didampingi oleh pimpinan Al Zahrah, perwakilan Askab PSSI Biruen, Ketua panitia Eka Prasetia, Direktur KMI Ikhwan Ramadhan, Kamad Aliyah Al Zahrah, Munawar, Kamad Tsanawiyah, Zuryati, Direktur Kepengasuhan Putri Jumiati.
Selanjutnya dilanjutkan pengukuhan juri dan wasit oleh penasehat, Fahdil Rahmi, disertai sumpah yang diikuti oleh yang bertugas.
Usai pembukaan ASAC secara resmi kompetisi berlangsung serentak di empat titik lokasi berbeda. Pertandingan bola kaki berlangsung di lapangan Al Zahrah, cabang pidato di Aula utama, kaligrafi digelar di ruang multimedia, dan melukis di gedung literasi pesantren setempat.










