BLANGPIDIE — Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) Amrizal resmi melepas 93 Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2026, di Masjid Agung Baitul Ghafur, kabupaten setempat, Sabtu (15/05/2026).
Pada momen pelepasan penuh haru itu, turut hadir unsur Forkopimda Abdya, para kepala SKPK, dan keluarga CJH.
Dalam kesempatan itu, Plt Sekda Abdya Amrizal mengatakan, perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah perjalanan biasa. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari menabung bertahun-tahun, menunggu antrean keberangkatan, mengikuti manasik, menjaga kesehatan, hingga mempersiapkan mental dan spiritual.
“Karena itu, kesempatan yang telah Allah berikan ini patut disyukuri dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Ia mengingatkan kepada seluruh CJH agar senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah nantinya.
“Perjalanan menuju Arab Saudi membutuhkan kesiapan fisik yang baik, apalagi kondisi cuaca dan lingkungan di Makkah serta Madinah tentu sangat berbeda dengan kondisi di tanah air,” pesannya.
Kepada para petugas pendamping haji, Amrizal, juga berharap agar dapat memberikan pelayanan dan bimbingan terbaik kepada jama’ah kita.
“Kehadiran petugas sangat penting dalam membantu jama’ah, terutama bagi para orang tua yang membutuhkan perhatian dan pendampingan selama pelaksanaan ibadah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Islam Abdya, Muhammad Rasyid, mengatakan jumlah CJH Abdya tahun 2026 sebanyak 93 orang, terdiri dari 29 orang laki-laki dan 64 orang perempuan.
Ia menyebutkan, 93 CJH tahun 2026 ini tersebar di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Abdya, yakni 16 orang dari Kecamatan Lembah Sabil, 17 dari Manggeng, 6 dari Tangan-Tangan, 2 dari Setia, 16 dari Blangpidie, 20 dari Susoh, 4 dari Jeumpa, dan 12 dari Kuala Batee.
“Untuk CJH tertua, yaitu Bapak Ramli Ganto (88) dari Kecamatan Kuala Batee. Selain itu ada lansia sebanyak tiga orang, yaitu Syarifah (85) dan Nurmala IB (80) dari Kuala Batee, serta Asni (85) dari Kecamatan Blangpidie,” kata Muhammad Rasyid.
Sedangkan CJH termuda, sebutnya, yaitu Dhabith Ramadhani Al Ghifari (18) dari Kecamatan Susoh.
Dalam perjalanan menuju Banda Aceh, kata Rasyid, rombongan CJH dijadwalkan singgah di Masjid Agung Meulaboh, untuk mengikuti kegiatan peusijuek oleh masyarakat Abdya yang ada di Aceh Barat.
Selanjutnya, rombongan juga dijadwalkan singgah di Masjid Agung Aceh Jaya, baru kemudian menuju ke Banda Aceh.
“Setiba di Banda Aceh, jamaah langsung ke Hotel Kuala Raja. Di hotel ini mereka juga di peusijuek oleh pengurus Ikamabdya di Banda Aceh, dan menginap di hotel tersebt,” ujarnya.
Pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, kata Rasyid, CJH Abdya masuk asrama haji untuk melakukan pengecekan kesehatan serta arahan dan bimbingan lainnya oleh petugas haji provinsi.
“Kemudian, pada pukul 00.00 WIB, CJH meninggalkan asrama haji menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), seterusnya pada pukul 01.00 WIB, jamaah terbang menuju ke tanah suci, kemudian mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi,” pungkas Rasyid.





![[Opini] Anatomi Bocornya JKA: Menguras Kas Daerah, Menggugat Warisan Damai](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-15-at-17.49.21-120x86.jpeg)




