MEUREUDU – Sebanyak ±600 siswa-siswi tingkat SD/MI kelas IV hingga VI, SMP/MTs, dan SMA/MA dari wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya mengikuti Dialog Interaktif dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 di Gedung MTQ Pidie Jaya, Kamis (11/6/2026).
Para peserta berasal dari sekolah-sekolah di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan Ulim, yang merupakan wilayah dengan dampak bencana banjir paling parah dalam beberapa waktu terakhir.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bekerja sama dengan World Vision Indonesia (WVI) tersebut mengangkat tema “Mendengar Aspirasi, Merajut Mimpi dan Mewujudkan Masa Depan Generasi Pidie Jaya yang Lebih Baik dalam Perspektif Kebencanaan.”
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya, Teuku Muhalil, SE., M.Si., Ak., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan ruang partisipasi kepada anak-anak dan remaja dalam menyampaikan pandangan, harapan, serta pengalaman mereka pascabencana.
Menurutnya, pelibatan pelajar dari wilayah terdampak bencana merupakan langkah penting agar proses pembangunan dan pemulihan daerah tidak mengabaikan perspektif anak.
“Bapak Bupati menilai bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling merasakan dampak bencana terhadap proses belajar, kehidupan sosial, dan kondisi psikologis mereka. Oleh Karena itu, aspirasi mereka perlu didengar secara langsung sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif,” kata Teuku Muhalil.
Ia menjelaskan bahwa momentum Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi ajang peringatan pendidikan semata, tetapi juga sarana membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Menurut Teuku Muhalil, pengalaman banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya telah memberikan pelajaran berharga bahwa sektor pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana.
“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, termasuk karakter tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Bupati H. Sibral Malasyi terus berupaya memperkuat ketahanan sektor pendidikan melalui peningkatan kapasitas guru, edukasi kebencanaan, serta pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Kegiatan dialog interaktif tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi dan masukan dari para pelajar terkait pendidikan, lingkungan, perlindungan anak, serta pembangunan daerah pascabencana.
“Melalui forum ini, anak-anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses perencanaan masa depan Pidie Jaya. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini, sehingga pandangan mereka sangat penting untuk didengar,” tambahnya.
Selain dihadiri ratusan pelajar, kegiatan tersebut turut diikuti unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dialog interaktif tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya yang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun generasi yang cerdas, berkarakter, peduli lingkungan, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan risiko bencana di masa mendatang.[Mul]









