MEUREUDU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Pemerintah juga menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui Operasi Katarak Gratis bagi Lansia, hasil kolaborasi Sentra Darussa’adah Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial P3A Kabupaten Pidie Jaya, dan RSUD Pidie Jaya.
Hal itu dikatakan Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., M.M., (Ari Khan) kepada Atjehwatch.com Jum’at 12 Juni 2026.
Dikatakan Ari Khan, Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan akibat katarak namun terkendala biaya pengobatan.
“Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada lansia. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengurangi kemandirian, produktivitas, serta kualitas hidup mereka,” katanya
Oleh Karena itu, operasi katarak gratis tersebut diharapkan mampu membantu para lansia kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Menurut informasi dari berbagai sumber, Sebanyak 50 penerima manfaat telah disiapkan dalam program ini. Sasaran utamanya adalah lansia yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu dan terdaftar pada Desil 1 hingga 4 DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
Peserta yang dapat mengikuti program ini harus berusia minimal 60 tahun, bukan ASN, TNI, Polri maupun pensiunan, serta bersedia mengikuti pemeriksaan kesehatan atau skrining sebelum tindakan operasi dilakukan.
Dijelaskan Ari Khan, Pembagian kuota dilakukan secara proporsional di delapan kecamatan, yakni Bandar Baru 10 orang, Bandar Dua 10 orang, Meureudu 7 orang, Ulim 7 orang, Trienggadeng 6 orang, Meurah Dua 4 orang, Jangka Buya 4 orang, dan Panteraja 2 orang.
“Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat hanya perlu melengkapi fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), dan foto diri terbaru. Seluruh berkas kemudian diserahkan melalui pemerintah desa untuk proses verifikasi dan pendataan,” ujar Ari Khan.
Program tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT Pidie Jaya tahun ini diarahkan tidak hanya sebagai momentum refleksi perjalanan daerah selama 19 tahun, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah upaya pemulihan dan pembangunan daerah, perhatian terhadap kesehatan kelompok rentan seperti lansia menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.
Melalui operasi katarak gratis tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi lansia yang kehilangan kesempatan menikmati masa tua yang sehat dan produktif hanya karena keterbatasan akses layanan kesehatan.
Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.
Masyarakat yang memenuhi persyaratan diimbau segera mendaftarkan diri melalui perangkat desa masing-masing karena kuota yang tersedia terbatas dan pendaftaran akan ditutup setelah seluruh kuota terpenuhi. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Pidie Jaya yang lebih sehat, inklusif, dan berkeadilan sosial.[Mul]










