PBANDA ACEH – Anggota MPR RI, Muslim Ayub, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau simbol semata, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Gedung Aula Serbaguna Aceh Tenggara, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Menurut Muslim Ayub, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan dan dipraktikkan di tengah masyarakat, terutama di era modern yang diwarnai berbagai tantangan sosial dan derasnya arus informasi.
“Pancasila bukan hanya slogan yang diucapkan saat upacara atau kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati, gotong royong, hingga menjaga persatuan di tengah perbedaan,” ujar Muslim Ayub.
Ia menjelaskan, pengamalan Pancasila menjadi sangat penting untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga harmoni sosial. Menurutnya, masyarakat yang memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi perpecahan akibat perbedaan pandangan politik maupun pengaruh informasi yang menyesatkan.
Muslim Ayub menilai, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari faktor ekonomi dan sosial, tetapi juga dari perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian secara cepat melalui media sosial.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan serta memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan.
“Kalau nilai-nilai Pancasila benar-benar kita jalankan, maka persatuan bangsa akan tetap kuat. Perbedaan bukan menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Selain membahas Pancasila, Muslim Ayub juga mengingatkan pentingnya memahami Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara
Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya nilai-nilai kebangsaan dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan serta persatuan Indonesia.










