MEUREUDU – Open Turnamen Sepak Bola Piala Kapolres Pidie Jaya Cup V Tahun 2026 resmi bergulir di laga perdana Kecamatan Panteraja FC Berhasil Mengalahkan 3-1 Kecamatan Jangka Buya FC di Lapangan Kecamatan Trienggadeng, Senin 22 Juni 2026.
Tendangan pertama yang dilakukan Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menjadi simbol dimulainya kompetisi yang tidak sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum membangun persatuan, pembinaan generasi muda, dan kebangkitan olahraga daerah.
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut dihadiri Wakil Bupati Hasan Basri, Sekretaris Daerah Munawar Ibrahim, unsur Forkopimda, Ketua DPRK Pidie Jaya, jajaran Polres Pidie Jaya, pimpinan SKPK, tokoh olahraga, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.
Di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, kehadiran turnamen sepak bola dinilai memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kompetisi olahraga.
Lapangan hijau menjadi ruang pembinaan karakter, tempat lahirnya disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa olahraga harus menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia, sekaligus sarana memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun karakter generasi muda yang sportif, disiplin, dan mampu bersaing secara sehat. Dari lapangan seperti inilah lahir bibit-bibit atlet yang kelak membawa nama Pidie Jaya ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sibral juga memberikan apresiasi kepada Polres Pidie Jaya yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat melalui kegiatan olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan ruang produktif bagi anak-anak muda.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya Ahmad Pasaribu menilai turnamen tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan pemersatu berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik tanpa mengorbankan nilai persaudaraan.
Lebih dari sekadar perayaan Hari Bhayangkara, Kapolres Cup V juga menjadi indikator tumbuhnya perhatian terhadap pembinaan olahraga di Pidie Jaya.
Selama ini, banyak talenta sepak bola daerah yang memiliki potensi besar namun minim ruang kompetisi berkelanjutan. Karena itu, turnamen seperti ini diharapkan menjadi bagian dari proses panjang mencetak atlet-atlet daerah yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Dengan mengusung semangat “Play Fair and Get The Prize” serta “Junjung Tinggi Sportivitas”, Kapolres Cup V diharapkan tidak hanya menghasilkan juara di akhir turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan penting berupa persatuan, semangat kompetisi sehat, dan optimisme terhadap masa depan olahraga Kabupaten Pidie Jaya.[Mul]










