ACEH TENGGARA — Anggota MPR RI, Muslim Ayub, menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap Pancasila menjadi kunci penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Aula SMK 1 Kotacane, Kecamatan Babussalam Aceh Tenggara,Minggu (21/6/2026).Dihadiri Siswa dan Guru.
Menurut Muslim Ayub, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau dijadikan slogan dalam kegiatan seremonial. Lebih dari itu, masyarakat harus memahami makna yang terkandung dalam setiap sila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya slogan yang diucapkan saat upacara atau kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati, gotong royong, hingga menjaga persatuan di tengah perbedaan,” ujar Muslim Ayub.
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap Pancasila sangat penting karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan memahami Pancasila secara utuh, masyarakat akan lebih mampu menjaga kerukunan serta menyikapi perbedaan secara bijaksana.
Muslim Ayub menilai, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Selain persoalan ekonomi dan sosial, masyarakat juga dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak semuanya benar. Penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial, menurutnya, dapat mengancam persatuan jika tidak disikapi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
“Kalau nilai-nilai Pancasila benar-benar kita pahami dan jalankan, maka persatuan bangsa akan tetap kuat. Perbedaan bukan menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Muslim Ayub berharap masyarakat semakin memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dapat terus terjaga di tengah keberagaman Indonesia.[]










