BLANGPIDIE — Jum’at tanggal 26 kemarin, berhembus kabar mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya adalah pergantian Polres Aceh Barat Daya.
Beberapa hari sebelumnya juga ada pergantian posisi Kasat Reskrim di Polres Abdya. Tentu dengan adanya rotasi pimpinan di tubuh Polres ini akan membawa angin segar untuk kabupaten Abdya.
“Selama ini kami melihat masih banyak persoalan yang belum benar-benar disentuh dengan serius oleh Aparat Keamanan,” tulis Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Khairul Rijal pada rilis yang diterima media ini, Sabtu (27/06/2026).
Salah satunya adalah persoalan kelangkaan BBM yang di sebabkan oleh praktik penimbunan minyak oleh oknum-oknum yang tidak berperikemanusiaan.
Dengan adanya praktik tersebut, maka sangat berdampak besar pada masyarakat kecil yang bergantung hidup pada sektor transporasi. Solar subsidi hari ini sangat langka, maka tak jarang kita temui antrian panjang yang mengular di sekitaran SPBU.
“SPBU Babahrot adalah contoh nyata dari keberadaan praktik gelap tersebut. Setiap harinya, kita bisa mendapati ada banyak mobil setan bak lintah penghisap darah disana,” kata Khairul.
Pasalnya, banyak kendaraan roda empat yang sudah di modifikasi rangka penampungan minyaknya. Sehingga satu mobil dapat mengisi minyak dengan nominal sampai dengan jutaan rupiah.
“Ini sudah bukan rahasia umum lagi. Tentu ada bekingan yang hebat-hebat berdiri di balik layar. Karena yang melangsir minyak sendiri adalah masyarakat yabg notabenenya punya rasa takut akan melanggar aturan tapi hari ini kita dapati di SPBU-SPBU yang ada di Abdya seolah tidak berlaku lagi yang namanya aturan dan hukum,” ungkapnya.
“Ini yang kita herankan. Ada oknum-oknum tertentu yang ikut bermain dengan pihak SPBU dan awak pelangsir,” katanya lagi.
Lanjutnya, tidak menutup kemungkinan, oknum sendiri juga ikut terlibat. Menurutnya karena banyak omongan di kaki lima yang dengan vulgar mengatakan mereka itu di bekingi oleh brimob dan orang-orang berpangkat besar.
Maka ini adalah satu poin yang menjadi PR bagi Kapolres baru Abdya. Jangan sempat bermain mata pula dengan problem ini.
Melalui keterangan tertulis ini menjadi alarm penting kepada Aparat Kepolisian dan SP 1 masyarakat dalam hal ini adalah mahasiswa dan atau lebih tepatnya kami kader-kader Muda Muhamamdiyah.
“Maka kita lihat beberapa tempo waktu kedepan, apabila soalan ini belum juga tuntas, maka nanti kita akan menggunakan suara rakyat untuk menuntaskan,” pungkas Ketua IMM Abdya, Khairul Rijal.










