BANDA ACEH – Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Malaka Daerah I Wilayah 013/Blangpidie turut ambil bagian dalam menyukseskan Acara Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh yang digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (15/08/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh ulama dan masyarakat ini dihadiri oleh unsur masyarakat dari segala penjuru Aceh.
Pangsago Kuta Malaka, Teungku Iskandar mengatakan, keikutsertaan KPA dalam acara ini merupakan bentuk komitmen menjaga perdamaian dan silaturahmi di Bumi Iskandar Muda.
“Hari ini 15 Agustus, kita memperingati hari bersejarah. Perdamaian adalah harga mati. KPA hadir bukan untuk apa-apa, tapi untuk mendoakan agar Aceh dan Indonesia terus damai, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam zikir dan doa bersama tersebut, para ulama memanjatkan doa untuk para syuhada, untuk para pejuang perdamaian, serta memohon kepada Allah SWT agar konflik tidak terulang kembali dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat.
Disisi lain, para pimpinan kegiatan juga berorasi menuntut pengelolaan sumber daya alam, penuntasan butir MoU Helsinki, hingga keadilan ekologis dan status hukum.
Menurut Teungku Iskandar, terkait dinamika di lapangan, Komandan KPA menyampaikan bahwa sempat terjadi sedikit ketegangan antara sebagian masyarakat dengan pihak keamanan.
“Namun Alhamdulillah kejadian itu spontan dan dapat segera dilerai oleh tokoh masyarakat, ulama, dan massa itu sendiri. Tidak ada korban. Kita semua sepakat untuk tetap menjaga suasana damai,” jelasnya.
Wakil Bupati Abdya dalam sambutannya mengapresiasi peran KPA dan seluruh elemen yang sigap meredam situasi.
“Kami berterima kasih kepada KPA Wilayah 013 dan semua pihak. Kehadiran saudara-saudara menunjukkan bahwa kita semua satu dalam menjaga perdamaian ini,” katanya.
“Dengan perdamaian, kita bangun Aceh, dengan persatuan, kita jaga Aceh,” pungkas Iskandar.










