SUBULUSSALAM – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Subulussalam pada 30 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Longkib dan Kecamatan Simpang Kiri setelah tingginya intensitas curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga ke kawasan permukiman warga.
Di Kecamatan Longkib, banjir terjadi di Desa Bukit Alim. Luapan air dari Sungai Tempuran masuk ke permukiman penduduk dan merendam sedikitnya 20 unit rumah warga. Selain rumah warga, banjir juga menyebabkan sejumlah kebun masyarakat mengalami kerusakan serta berdampak terhadap beberapa ruas jalan dan jembatan.
Berdasarkan pendataan sementara, di Kecamatan Longkib terdapat 20 kepala keluarga (KK) atau 97 jiwa yang terdampak banjir. Meskipun demikian, hingga laporan terakhir tidak terdapat warga yang mengungsi maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Simpang Kiri, Desa Subulussalam Timur. Luapan air berdampak langsung terhadap 8 unit rumah warga atau sebanyak 8 KK. Selain menggenangi permukiman, bencana tersebut turut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, khususnya satu unit jembatan yang mengalami kerusakan struktural dan dalam kondisi terancam ambruk.
Kerusakan jembatan tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Warga mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari akibat kondisi jembatan yang masih berisiko mengalami keruntuhan sewaktu-waktu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam beraktivitas.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Subulussalam telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas melakukan kajian cepat terhadap lokasi terdampak serta mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan evaluasi kondisi di lapangan, pendataan dampak bencana, serta pemantauan terhadap perkembangan situasi.
Hingga laporan terakhir, kondisi di Kecamatan Longkib menunjukkan air mulai berangsur surut, meskipun masih terdapat beberapa ruas jalan yang tergenang air.
Sementara itu, di Kecamatan Simpang Kiri, genangan banjir telah surut, namun jembatan yang mengalami kerusakan struktural masih dalam kondisi rusak berat dan terancam ambruk, sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
BPBD Kota Subulussalam terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang dapat kembali meningkatkan debit sungai dan memicu genangan maupun banjir susulan.









